Dituding Menggiring Pilih Capres Nomor 1, Advokat Cinta Tanah Air Laporkan Menkominfo ke Bawaslu

Menkominfo Rudiantara dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas tuduhan melakukan tindakan yang mengutungkan dan merugikan salah satu peserta

Dituding Menggiring Pilih Capres Nomor 1, Advokat Cinta Tanah Air Laporkan Menkominfo ke Bawaslu
Fatimah Kartini/KOMPAS.com
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat ditemui di kantor Kementerian Kominfo di Jakarta, Senin (7/5/2018). 

Menurut pelapor, meskipun Rudiantara tak menyebut nama pasangan calon maupun nomor urut 01 dan 02, upaya penggiringan opini tetap ada.

Seolah-olah, audiens dalam acara tersebut seluruhnya harus memilih paslon nomor urut 01.

"Selalu dikatakan mana yang nyoblos nomor satu, mana yang nomor dua. Seolah-olah audiens harus semua nyoblos nomor satu. Seakan-akan ya, walaupun tidak ada kalimat seperti itu, penggiringan sudah ada," ujar Nurhayati.

Pelapor menduga, Rudiantara melanggar Pasal 282 dan 283 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Aturan tersebut melarang pejabat negara untuk melakukan tindakan yang menguntunhkan atau merugukan salah satu peserta pemilu selama masa kampanye.

Baca: Polres Minahasa Imbau Warga Jangan Percaya Info Hoaks soal Pintu Air PLTA Tonsea Lama

Pelapor juga menuding, Rudiantara berpotensi terjerat Pasal 547 Undang-Undang Pemilu mengenai hukuman pejabat negara yang dengan sengaja melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu.

Dalam aduannya, pelapor membawa alat bukti berupa rekaman kejadian dan berita media massa.

Pelapor berharap, Bawaslu dapat menindaklanjuti sikap Rudiantara yang mereka nilai tidak adil.

"Di sini alat-alat yang dipergunakan adalah alat pemerintahan, biaya negara. Dan beliau pun sebagai pegawai pemerintah, sebagai menteri yang seharusnya netral, tidak berpihak kepada salah satu paslon," ucap Nurhayati.

Artikel sebelumnya telah tayang di Kompas.com dengan judul 

Dituding Rugikan Prabowo, Rudiantara Dilaporkan ke Bawaslu

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved