BI dan OJK Kenalkan Manfaat Fintech Lending ke Ratusan Pelaku UMKM Sulut

Di tengah sulitnya pelaku UMKM mengakses pinjaman untuk modal usaha, mungkin Financial Technology (Fintech) Lending bisa jadi solusi

BI dan OJK Kenalkan Manfaat Fintech Lending ke Ratusan Pelaku UMKM Sulut
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Kabid Industri Keuangan Non Bank, Pasar Modal dan Dana Pihak Ketiga OJK Suluttenggomalut, Ahmad Husein memperkenalkan Fintech lending ke ratusan pelaku UMKM di Manado, Jumat (1/2/2019). 

BI dan OJK Kenalkan Manfaat Fintech Lending ke Ratusan Pelaku UMKM Sulut

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Di tengah sulitnya pelaku UMKM mengakses pinjaman untuk modal usaha, mungkin Financial Technology (Fintech) Lending bisa jadi solusi.

Kabid Industri Keuangan Non Bank, Pasar Modal dan Dana Pihak Ketiga OJK Suluttenggomalut, Ahmad Husein memperkenalkan Fintech lending ke ratusan pelaku UMKM di Manado, Jumat (1/2/2019).

"Fintech lending adalah layanan online yang menghubungkan pemilik dan peminjam dana. Ini mulai tren di Indonesia," ujar Husein di depan peserta Workshop UMKM Capacity Building yang digelar Kantor Perwakilan BI Sulut di Four Points Manado by Sheraton

Ia mengatakan, Fintech merupakan layanan jasa keuangan yang berbasis teknologi informasi dan diawasi oleh OJK.

Baca: BI Sulut Pacu Ratusan Pelaku UMKM Go Digital

Baca: Pelaku UMKM Sulut Curhat, Sulitnya Mengakses Pinjaman Modal Usaha Jika Tanpa Agunan

"Pemerintah telah melakukan serangkaian pendekatan agar UMKM mulai menggunakan Fintech dalam usaha mereka," ujarnya.

Fntech memungkinkan orang tanpa aset bisa memulai usaha. Berbeda dengan dulu, hanya mereka yang punya modal dapat berbisnis.

Workshop UMKM Capacity Building yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut menjadi wadah Pelaku UMKM menumpahkan uneg-unegnya.
Workshop UMKM Capacity Building yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut menjadi wadah Pelaku UMKM menumpahkan uneg-unegnya. (Tribun Manado / Fernando Lumowa)

UMKM tak perlu lagi bingung mencari permodalan untuk kelanjutan berusaha.

"Di era digital, aset tak harus uang atau barang, tapi juga ide dan kemauan bekerja keras,” ujarnya.

Namun Ahmad memberi catatan, pelaku UMKM tetap perlu berhati-hati sebelum memanfaatkan jasa Fintech Lending.

"Sebab risikonya ditanggung bapak ibu selaku peminjam dana. Baik bunga maupun tenggat waktu pengembaliannya," katanya.

Ia juga mengingatkan agar pelaku UMKM tetap waspada karena tak sedikit Fintech ilegal.

Perusahaan Fintech Terdaftar atau Berizin sesuai Peraturan OJK No. 77 Tahun 2016 ada sebanyak 88 fintech di Indonesia.(ndo)

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved