Presiden Trump Marah, Seluruh Petinggi Badan Intelijen AS Disuruh Sekolah Lagi
Ia memperingatkan bahwa Teheran tetap menjadi sumber potensi bahasa dan konflik.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berang terkait pernyataan Badan Intelijen AS soal Iran dan Korea Utara. Trump menyatakan seluruh petinggi badan intelijen AS "naif".
"Mungkin intelijen harus balik ke sekolah!" cuit Trump.
Seperti dilansir BBC, Cuitan itu muncul setelah laporan intelijen memaparkan bahwa Iran tidak membuat senjata nuklir dan Korea Utara "kemungkinan tidak menyerahkan" pasokan senjata nuklir dan kemampuan memproduksinya.
Trump menyebut para pejabat badan intelijen AS "tampaknya sangat pasif dan naif ketika menyangkut bahaya Iran. Mereka salah!"
Ia memperingatkan bahwa Teheran tetap menjadi sumber potensi bahasa dan konflik. dengan merujuk pada uji roket baru-baru ini.
Laporan intelijen bertajuk 'Tinjauan Ancaman Dunia' itu mengungkap bahwa Iran saat ini tidak sedang membuat senjata nuklir, walaupun "kemampuan militer yang meningkat dan ambisi regionalnya" mungkin akan mengancam kepentingan AS di masa mendatang.
Dalam sesi dengar pendapat di Senat, Direktur CIA, Gina Haspel, mengatakan Iran "secara teknis...mematuhi" perjanjian nuklir 2015 walau AS menarik diri.
Keputusan penarikan AS dari perjanjian itu dibuat Trump pada 2018 guna mengekang ambisi nuklir Iran. Untuk tujuan itu, Trump juga memerintahkan pengetatan sanksi terhadap Iran.
Sang presiden menulis, "waktu akan bercerita tentang apa yang akan terjadi dengan Korea Utara, namun pada akhir pemerintahan (AS) sebelumnya hubungan sangat buruk dan hal-hal jelek bakal terjadi."
"Kini ceritanya berbeda sama sekali. Saya menantikan untuk bertemu dengan Kim Jong-un dalam waktu dekat. Kemajuan tengah dilakukan—perbedaan besar!"
Sebelumnya, dalam presentasi di hadapan para anggota Senat AS, direktur Intelijen Nasional, Dan Coats, dan petinggi badan intelijen lainnya memaparkan kepemilikan senjata nuklir "sangatlah penting bagi keberadaan rezim" Korut.
Karena itu, menurut laporan intelijen tersebut, Korea Utara "kemungkinan tidak menyerahkan" pasokan senjata dan kemampuan memproduksi senjata selagi berupaya merundingkan "langkah-langkah denuklirisasi parsial guna memperoleh konsesi-konsesi kunci dari AS dan internasional". (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/donald-trump_20180707_105624.jpg)