Hasil Penelitian, Pola Aktifitas Nyamuk "Aedes aegypti" Telah Berubah Waktu, Berikut Penjelasannya

Kasus demam berdarah dengue ( DBD) beberapa hari terakhir meningkat drastis.

Hasil Penelitian, Pola Aktifitas Nyamuk
SHUTTERSTOCK
Nyamuk 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Kasus demam berdarah dengue ( DBD) beberapa hari terakhir meningkat drastis.

Dinas kesehatan (Dinkes) kemudian mengeluarkan berbagai cara untuk mencegah kasus ini semakin banyak.

Satu di antaranya adalah fogging atau pengasapan. Sayangnya, cara ini juga sering dianggap kurang efektif memberantas nyamuk pembawa virus dengue, yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Meski sudah dilakukan fogging, sering kali nyamuk-nyamuk itu tidak jera dan masih ada di sekitar rumah.

Baca: Polda Metro Jaya Serahkan Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Begini Kondisinya

Baca: Pegadaian Siap Luncurkan Fintech Lending, Bidik Kalangan Milenial Kota

Baca: Maaruf Amin Harap Pengurus Yang Tidak Bermanfaat Bagi PSSI Segera Disingkirkan

Ketidakefektifan fogging menjadi cara pencegahan DBD mungkin berhubungan dengan waktu aktivitas nyamuk yang telah berubah. Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dari Universitas Hasanuddin, Makassar.

Dalam artikel jurnal yang dipublikasikan tahun 2012, para peneliti menemukan perubahan aktivitas itu setelah melakukan pengamatan di Desa Pa'lanassang, Makassar.

Pada abstraknya, peneliti menyebutkan bahwa sebelumnya penelitian di Malaya Peninsula menunjukkan nyamuk Ae.aegypti dan Ae.albopictus ditemukan mengisap darah dari senja hingga dini hari.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aktivitas menghisap darah nyamuk Ae.aegypti baik dengan menggunakan umpan orang dalam (UOD) maupun umpan orang luar (UOL) tertinggi pukul 17.00-18.00 WITA," tulis para peneliti.

"Sebaliknya waktu aktivitas menghisap darah nyamuk Ae. albopictus menunjukkan perbedaan di mana dengan umpan orang dalam (UOL) tertinggi pukul 16.00-17.00 WITA dan dengan umpan orang luar (UOL) tertinggi pukul 09.00-10.00 WITA," sambung mereka.

Tak hanya menemukan waktu aktivitas mengisap darah tertinggi, penelitian yang dipimpin oleh peneliti nyamuk Dr Syahribulan itu juga menemukan waktu aktivitas terendah.

Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved