Atlet Asian Para Games Ikut Aksi Jalan Mundur, Kecewa Ada Oknum Minta 30 Persen dari Bonus

Ia merasa kecewa dan keberatan dengan adanya permintaan sejumlah uang hasil perjuangannya tersebut.

Atlet Asian Para Games Ikut Aksi Jalan Mundur, Kecewa Ada Oknum Minta 30 Persen dari Bonus
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Atlet catur Asian Para Games 2018 bernama Tati Karhati saat ditemui Tribun Jabar di aksi penyandang disabilitas di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (31/1/2019) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penyandang disabilitas menggelar protes sambil jalan mundur dari Panti Sosial Bina Netra Wyataguna, menuju Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (31/1/2019) siang.

Dalam aksi tersebut, terlihat sosok atlet catur yang mengikuti Asian Para Games 2018.
Dia adalah Tati Karhati (28), atlet catur asal Kabupaten Kuningan Jawa Barat yang mengoleksi tiga emas dan satu perak pada ajang tersebut.

Kedatangan Tati bukan semata mata untuk protes terhadap pemerintah yang belum bisa memberikan perlindungan terhadap penyandang disabilitas.

Baca: Vanessa Pingsan usai Diperiksa Polisi: Begini Penyebabnya

Baca: Ratna Umbar Senyum saat Dibawa Jaksa: Ini yang Dilakukan Buni Yani

Baca: Berada Bersama Nahdliyin: Begini Komentar Jokowi

Ia merasa kecewa dan keberatan dengan adanya permintaan sejumlah uang hasil perjuangannya tersebut.

Tati mengatakan ada oknum yang mengaku dari National Paralympic Committee (NPC) yang meminta dari bonusnya sebesar 30 persen.

"Jadi setelah saya menerima bonus itu, bonus Asian Para Games kemarin, jadi mereka (oknum yang mengaku dari NPC) langsung menjemput datang ke rumah, menjemput paksa menagih untuk setoran itu, sebesar 30 persen sebetulnya, tapi kemarin ada sedikit kendala bonusnya kekurangan, jadi diminta 15 persen," ujar Tati saat ditemui Tribun Jabar di depan Gedung Sate Kamis (31/1/2019).

Tati menuturkan, bonus yang didapatnya dari perolehan tiga emas dan satu perak adalah sebesar Rp 3,5 miliar dan menyetorkan 15 persen sekitar Rp 520 juta.

Baca: Ayah Viransi Tarek Ungkap Keinginan Putrinya Semasa Hidup

Baca: Rudapaksa Gadis 14 Tahun di Ruang Tamunya, Pria Asal Aceh Ini Akhirnya Diringkus Polisi

Baca: SMA Don Bosco Bitung dan Lembean Rayakan Pesta Pelindung

Tati menjelaskan, kejadian itu terjadi pada 26 Oktober 2018, mereka yang datang ada dua orang yang mengaku dari NPC cabang dan sekretarisnya dengan tanpa alasan apapun.

"Enggak ada alasan, tapi katanya untuk kontribusi organisasi tapi penjelasan rinciannya untuk ke mana-mana enggak ada."

"Tanda terimanya ngga ada, jadi bahwa saya berkelit dulu sebelum bonus saya keluar semua cair semua tapi seolah olah memaksa utuk harus sekarang juga. Jadi saya merasa dirampok,"ujarnya

Tati menambahkan, ia pun menerima ancaman berupa tidak boleh bergabung lagi dengan NPC serta tidak boleh ikut serta di ajang selanjutnya.

"Ada ancaman secara halus, konsukuensinya, tidak akan digabungkan lagi ke dalam organisasi NPC itu, tidak boleh mewakili di event-event selanjutnya," ujarnya

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kecewa Ada Oknum Minta 30 Persen dari Bonus, Atlet Asian Para Games Ikut Aksi Jalan Mundur, http://www.tribunnews.com/regional/2019/01/31/kecewa-ada-oknum-minta-30-persen-dari-bonus-atlet-asian-para-games-ikut-aksi-jalan-mundur.

Editor: Sugiyarto

Editor: Nielton Durado
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved