Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Korea Utara akan Serahkan Senjata Nuklir Mereka? Coats: Tidak Akan Mungkin .

Laporan intelijen bertajuk 'Tinjauan Ancaman Dunia' itu juga menyoroti berkembangnya ancaman dari Cina dan Rusia

Editor: Charles Komaling
Aljazeera.com
Kim Jong Un meninjau situs nuklir 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AS -Korea Utara ternyata tidak akan mungkin menyerahkan senjata nuklir mereka sepenuhnya.

Hal ini terungkap dalam laporan intelijen Amerika Serikat saat presentasi di hadapan para anggota Senat AS, direktur Intelijen Nasional. Seperti dilansir BBC,  Dan Coats, dan petinggi badan intelijen lainnya memaparkan kepemilikan senjata nuklir "sangatlah penting bagi keberadaan rezim" Korut.

Karena itu, menurut laporan intelijen tersebut, Korea Utara "kemungkinan tidak menyerahkan" pasokan senjata dan kemampuan memproduksi senjata selagi berupaya merundingkan "langkah-langkah denuklirisasi parsial guna memperoleh konsesi-konsesi kunci dari AS dan internasional".

Laporan intelijen bertajuk 'Tinjauan Ancaman Dunia' itu juga menyoroti berkembangnya ancaman dari Cina dan Rusia yang "semakin sejalan sejak pertengahan 1950-an".

Kedua negara disebutkan punya kemampuan "mata-mata siber" canggih, yang mungkin bakal digunakan untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS 2020.

Di samping itu, laporan tersebut mengungkap bahwa Iran saat ini tidak sedang membuat senjata nuklir, walaupun "kemampuan militer yang meningkat dan ambisi regionalnya" mungkin akan mengancam kepentingan AS di masa mendatang.

Keputusan penarikan AS dari perjanjian itu dibuat Trump pada 2018 guna mengekang ambisi nuklir Iran. Untuk tujuan itu, Trump juga memerintahkan pengetatan sanksi terhadap Iran.

Di Timur Tengah, laporan intelijen AS menyebutkan kelompok ISIS belum dikalahkan, walau Trump mengatakan sebaliknya.

Kendati kemungkinan tidak bertujuan mengambil wilayah baru, laporan itu menyebut ISIS akan mencoba "mengeksploitasi ketidakpuasan kaum Sunni, ketidakstabilan masyarakat, dan pasukan keamanan yang lemah untuk mengambil alih wilayah di Irak dan Suriah dalam jangka panjang".

Keputusan Presiden Trump menarik mundur pasukan AS dari Suriah disambut para sekutu AS dengan kekagetan. Trump berkeras ISIS sudah dikalahkan.

Hal itu disuarakan kembali oleh Pelaksana tugas Menteri Pertahanan AS, Patrick Shanahan.

"Saya bisa katakan 99,5% lebih wilayah yang tadinya dikendalikan ISIS kini sudah dikembalikan ke rakyat Suriah. Dalam beberapa pekan, jumlahnya mencapai 100%," ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved