Sekolah Katolik di Sulut Sudah Berdiri Sebelum Indonesia Merdeka

Sekolah katolik di Sulawesi Utara (Sulut) sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka. Dalam eksistensinya memiliki hambatan luar biasa.

Sekolah Katolik di Sulut Sudah Berdiri Sebelum Indonesia Merdeka
Ist
SMA Rex Mundi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Sekolah katolik di Sulawesi Utara (Sulut) sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka. Dalam eksistensinya memiliki hambatan luar biasa.

Romo Albertus Sujoko MSC dalam bukunya "Cerita Iman Katolik di Keuskupan Manado (Pesta Syukur 2018 atas Jubileum 150 tahun kembalinya iman Katolik di Keuskupan Manado) mengatakan satu di antara warisan yang diterima oleh tarekat MSC dari karya Yesuit di "Keuskupan Manado" menurut P. M. Stigter (1974) adalah suster-suster JMJ dan sekolah guru di Woloan.

Mengenai suster-suster JMJ, Stigter menulis "warisan yang dengan percuma saja-tetapi dengan hati gembira benar-kita terima yakni suster-suster JMJ. Kendati suster-suster JMJ sudah datang sejak tahun 1898, dan sembilan tahun lamanya tidak diberi izin untuk membuka sekolah atau rumah sakit oleh pemerintah kolonial, toh pada tahun 1919 ini kita sudah menikmati kesabarannya dalam sejumlah suster yang menetap di Tomohon dan Manado, sambil menjalankan sekolah-sekolahnya dengan sungguh "volle kracht" (dengan sungguh penuh kekuatannya,"

"....Akhirnya, setelah ganti residen baru, J van Hengel (1906-1910) izin itu keluar pada bulan Oktober 1907. Para suster boleh membuka sekolah hanya untuk sekolah dasar bagi anak-anak pribumi, dan tidak boleh bagi anak-anak Eropa. Namun awal yang sulit ini telah memberikan panenan yang mengembirakan karena karya-karya suster JMJ berkembang sampai saat ini,"

Baca: Peresmian Sekolah Katolik di GPI, Uskup Manado Pimpin Misa

Yang kedua ialah sekolah guru di Woloan. Warisan peninggalan karya para Yesuit, khususnya P. A van Velsen adalah Kweekschool di Woloan dengan calon-calon guru dan banyak guru lulusan sekolah itu yang menurut Stigter saat itu sementara bekerja. Sekolah ini adalah bukti kesabaran dan ketekunan bekerja keras.

"Ruang kelas sekolah ini terbagi dua, yaitu rumah sederhana pastor dan pedati perjalanan dinas. Ketika Pastor van Velsen mengadakan perjalanan pastoral, maka para murid mengikutinya dan buku-buku ditaruh di atas pedati. Sambil berjalan pastor dan setelah sampai di kampung dan urusan dengan umat selesai, maka pastor melanjutkan pengajaran para siswa. Dengan cara itu, maka perjalanan dinas dan pelajaran di kelas dapat dilaksanakan," kata Sujoko. (dma)

Berita Populer: Khasiat Nyata Minum Air Rendaman Biji Ketumbar, Cegah Diabetes hingga Osteoporosis

 

Penulis: David_Manewus
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved