Petisi Referendum Papua Dibawa ke PBB, Ini Tanggapan Pemerintah dan DPR RI

Pemerintah tidak khawatir mendengar kabar kelompok separtis the United Liberation Monvement for West Papua

Petisi Referendum Papua Dibawa ke PBB, Ini Tanggapan Pemerintah dan DPR RI
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Selasa (22/1/2019) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah tidak khawatir mendengar kabar kelompok separtis the United Liberation Monvement for West Papua (ULMWP) yang mengklaim telah menyerahkan petisi tandatangan 1,8 juta orang untuk menuntut referendum kemerdekaan Papua Barat ke Dewan HAM PBB.

"PBB pasti menghormati kedaualatan Indonesia," ujar Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Mantan Panglima TNI itu pun menilai langkah ULMWP tidak mempengaruhi kedaulatan Republik Indonesia, dimana Papua merupakan bagian dan akan tetap di Indonesia.

 
"Enggak (berpengaruh)," ucap Moeldoko.

Baca: Saat Bulu Kudukmu Berdiri Lihat Gambar-gambar Ini, Itu Namanya Trypophobia, Begini Cara Sembuhkan!

Baca: Putri Veronica Tan Unggah Foto Masakan Ibunya, Ditulisnya Begini!

Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko
Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko (Kompas.com)

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hanafi Rais buka suara terkait petisi referendum Papua Barat yang dibawa Kelompok separatis the United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) kepada Ketua Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Michelle Bachelet.

Hanafi Rais mengatakan hal itu merupakan manuver politik yang patut disikapi lagi secara serius.

"Kita selalu punya antisipasi dan punya pesan bahwa gerakan OPM yang selalu mendukung dukungan internasional itu tidak bisa dianggap sepele," ujar Hanafi Rais di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/1/2019).

"Selama ini kita efektif membangun berbagai macam jalur diplomasi tersebut dan kalau ada agitasi atau ada provokasi, manuver politik ya tentu akan kita sikapi secara serius lagi," kata Hanafi Rais.

Legislator PAN itu kemudian menyerukan agar pemerintah tak menyepelekan petisi referendum yanh dikabarkan ditandatangani 1,8 juta orang

"Jadi kita mendesak supaya pemerintah tidak menyepelekan, tidak mengecilkan tapi sekaligus juga punya diplomasi efektif," tegas Hanafi Rais.

Baca: Lagi, Buaya Makan Manusia, Korban Diterkam saat Cari Udang di Muara, Teman Korban Berhasil Lari

Baca: Mayat di Perkebunan Batu Buaya Desa Kalait Diduga Bernama Firansia Tarek, Ini Akun Facebooknya!

Halaman
123
Editor: Aldi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved