Pencuri Dapat ‘Angin Segar’ Jelang Pilpres: Lima Kasus Pencurian dalam 1,5 Jam

Pencurian kembali terjadi Kota Manado! Hanya berselang satu setengah jam, terjadi 5 kasus pencurian

Pencuri Dapat ‘Angin Segar’ Jelang Pilpres: Lima Kasus Pencurian dalam 1,5 Jam
GRAFIS TRIBUNMANADO
Ilustrasi pencuri kelas kakap di Manado dilumpuhkan Tim Manguni Polda Sulut, Selasa (21/7/2015). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Pencurian kembali terjadi Kota Manado! Hanya berselang satu setengah jam, terjadi 5 kasus pencurian di lima lokasi berbeda.

Menurunnya kewaspadaan masyarakat dicurigai sebagai faktor utama. Orang lebih fokus menghadapi Pilpres dan Pileg 2019 hingga abai terhadap kewaspadaan. Situasi ini memudahkan para maling beraksi.

Menurut Dosen Sosiologi dari Universitas Sam Ratulangi, Jefry C Paat, tidak ada fenomena apapun yang menyebabkan beberapa peristiwa pencurian belakangan ini.

Paat berpendapat, pencurian terjadi karena menurunnya kewaspadaan masyarakat. Mereka hanya fokus pada Pemilu 2019 sehingga membuka peluang kejahatan.

"Tidak ada fenomena apapun di tengah masyarakat yang mengakibatkan ini terjadi. Ini hanya karena kurang kewaspadaan masyarakat. Semua hanya fokus pada pemilihan umum apalagi isu di pilpres yang terlalu diperhatikan," ujarnya kepada tribunmanado.co.id, Senin (28/1/2019).

Situasi pesta demokrasi ini, menurutnya, membuka kesempatan yang dipergunakan pelaku pencurian dalam melakukan tindak kriminal.

Dia mencontohkan, pencurian di rumah camat (Mapanget) yang dilakukan oleh orang luar bahkan salah satunya mantan anggota kepolisian, membuktikan bahwa kewaspadaan di lingkungan sangat menurun. Ada ornag luar yang tidak terdeteksi oleh lingkungan sekitar.

Paat memberikan solusi untuk meningkatkan kewaspadaan umum. Masyarakat perlu bekerja sama dengan aparat kepolisian dan pemerintah. "Solusinya, aktifkan lagi poskamling dan patroli kepolisian kamtibmas," ujarnya.

Dia menambahkan, bersama aparat melakukan pertemuan dengan masyarakat guna membahas bagaimana meningkatkan kewaspadaan. "Pemerintah wajib mengaktifkan kembali poskamling, siapa yang masuk di daerah di atas jam 10 (malam) yang tidak dikenal diperiksa dan laporkan kepada kepala lingkungan atau lurah," ujarnya.

"Termasuk kembalikan operasi polisi pamong praja terhadap penghuni kos yang tidak jelas, yang tidak melapor dan tidak ada identitas diri," tambahnya.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved