Edarkan Trihexyphenidyl, Susana Divonis 1,3 Tahun

Hakim Pengadilan Negeri Manado memutus bersalah terdakwa Susana Sumampouw atas kasus narkotika jenis obat keras, Selasa (29/1/2019).

Edarkan Trihexyphenidyl, Susana Divonis 1,3 Tahun
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Hakim Pengadilan Negeri Manado memutus bersalah terdakwa Susana Sumampouw atas kasus narkotika jenis obat keras, Selasa (29/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hakim Pengadilan Negeri Manado memutus bersalah terdakwa Susana Sumampouw atas kasus narkotika jenis obat keras, Selasa (29/1/2019).

Hakim memvonisnya satu tahun, tiga bulan penjara.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Laura Tombokan dengan hukuman penjara dua tahun, enam bulan.

Susana juga harus membayar denda Rp 10 juta, subsidair dua bulan penjara.

Susana tampak lesu mendengar vonis hakim ini. Namun ia terlihat tetap tenang, tanpa ada reaksi berlebih. Saat ditanya hakim, Susana mengaku menerima putusan ini.

Kasus ini berawal ketika Kepolisian dari Sub Ditres Narkoba Polda Sulut mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terdakwa diduga memiliki Narkotika Golongan I bukan tanaman yaitu jenis pil PCC.

Ia diduga mengedarkan obat keras jenis Trihexyphenidyl tanpa izin edar.

Polisi menangkapnya pada Jumat 21 September 2018, sekitar pukul 21.30 Wita bertempat di rumah Kost H&F Jalan Mogandi Lingkungan V Kelurahan Malalayang I Kecamatan Malalayang Kota Manado.

Dari tangan terdakwa, polisi menyita narkotika jenis pil PCC sejumlah 306, 90 butir obat keras jenis Trihexyphenidyl warna kuning, 1040 butir obat keras Trihexyphenidyl warna putih, 18 strip obat keras Trifeuoperazine Dihydrochloride dan 17 strip obat Trihexyphenidyl. Obat-obat ini dikirim dari Jakarta oleh lelaki Eros Mewar alias Ero yang berstatus daftar pencarian orang.

Berdasarkan interogasi polisi, terdakwa mengaku sudah beberapa kali melakukan penjualan obat keras.

Sebenarnya lelaki Eros Mewar sudah menyuruh terdakwa membuang obat-obat ini.

Namun terdakwa menyimpan kemudian menjual obat-obat ini.

Terdakwa tidak memiliki keahlian dan kewenangan di bidang kesehatan serta terdakwa tidak memiliki izin untuk mengedarkan atau memperdagangkan sedian farmasi berupa obat-obat keras.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai dengan pasal 196 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved