Kapolsek Tumpaan Berharap Pelaku Kejabatan Bertobat Usai Dibawa ke Gereja

Wawan (16) warga Desa Raprap, Kecamatan Tatapaan, menyesali perbuatannya setelah dibawa Polsek Tumpaan ke gereja

Kapolsek Tumpaan Berharap Pelaku Kejabatan Bertobat Usai Dibawa ke Gereja
Istimewa
Polsek Tumpaan Membawa Pelaku Kriminal untuk didoakan di gereja 

Kapolsek Tumpaan Berharap Pelaku Kejabatan Bertobat Usai Dibawa ke Gereja

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Wawan (16) warga Desa Raprap, Kecamatan Tatapaan, menyesali perbuatannya setelah dibawa Polsek Tumpaan ke gereja.

Wawan sebelumnya adalah terduga pelaku kasus pengancaman.

Membawa pelaku tindak pidana ringan ke tempat ibadah untuk didoakan ini merupakan salah satu Program Kreatif Polres Minahasa Selatan, ‘Prima Minstra’, yaitu penyelesaian masalah melalui pendekatan religi.

"Usai menandatangani surat pernyataan disaksikan orangtua dan pemerintah desa, Wawan langsung kami bawa ke GMIM Efrata, Desa Raprap untuk didoakan oleh pendeta dan pelayan khusus gereja setempat," kata Kapolsek Tumpaan Iptu Duwi Galih, Senin (28/1/2019).

Baca: Dua Pemuda Pembuat Keributan Dibawa ke Gereja, Kapolsek Langowan: Bagi Tuhan Tidak Ada yang Mustahil

Baca: Dibawa ke Gereja, Rolan Tobat Janji Tak Aniaya Lagi Istrinya

Baca: Anaknya Dinyatakan Meninggal Oleh Tim Medis, Saat Jasadnya Dibawa ke Gereja Tiba-tiba Bernafas

Baca: Lakukan Pencurian, 3 Siswa SMP ini Dibawa ke Gereja oleh Polisi

Ia berharap melalui program Prima Minstra Polres Minsel, pelaku tindak pidana ringan akan mendapatkan efek jera.

"Juga tidak akan mengulangi perbuatannya lagi dan bertobat kepada, sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaannya,” ungkap Kapolsek Tumpaan.

Dia mengatakan, membawa pelaku ke tempat ibadah sudah dilakukan beberapa kali di seluruh jajaran Polres Minsel. Dengan adanya program ini semoga kamtibmas semakin terjaga.

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved