Indonesia Ikut 2nd World Youth Online Championship 2019, Peserta U16 dari Sulut

World Bridge Federation akan menggelar 2nd World Youth Online Championship seluruh pemain U16 berasal dari Sulut

Penulis: | Editor:
Ist
Pertandingan Bridge (ilustrasi) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-World Bridge Federation akan menggelar 2nd World Youth Online Championship yang akan berlangsung tanggal 20 Februari–2 Juli 2019. Event ini menjadi lanjutan setelah sukses menyelenggarakan yang pertama di tahun 2018.

Pada event ini dipertandingkan dua nomor, yaitu Junior U26 dan Kids U16 atau dengan persyaratan umur, Junior kelahiran 1 Januari 1994 atau sesudahnya sedangkan Kids kelahiran tanggal 1 Januari 2004 atau sesudahnya.

 "Di tahun 2018, Indonesia hanya mengikuti nomor Junior U26 dan berada di peringkat 6 di pool yang terdiri dari 14 negara. Indonesia gagal melaju ke babak 8 besar karena kalah di session terakhir melawan Perancis. Indonesia pada session terakhir berada di peringkat 3 dan Perancis berada di peringkat 4. Pemenang pertandingan terakhir akan lolos ke babak 8 besar. Sayang kita kurang beruntung," kata Bert Toar Polii, Humas Gabsi," Senin (28/1/2019).
 

Ia mengatakan melihat sukses yang diraih di tahun 2018 dimana ada 42 team dari 32 negara dan berasal dari 5 benua maka ivent ini dilanjutkan. Kalau tahun 2018 di Kids hanya diikuti 13 negara dan di Junior 29 negara, Bert berpikir tahun ini akan jauh lebih banyak.

Kejurnas Bridge di Padang 1 (ilustrasi)
Kejurnas Bridge di Padang 1 (ilustrasi) (Istimewa)

 Oleh sebab itu, World Bridge Federation akan membagi ke beberapa group sesuai peringkat pada event yang kedua ini. Nantinya pada 3rd World Youth Online Championship 2020 akan ada promosi dan degradasi.

Baca: Pasca-Dilantik, Chris Hombokau Ingin Masalisasi Bridge Masuk Sekolah

 "Menghadapi event bergengsi ini, PB Gabsi mengadakan terobosan dengan melakukan seleksi pembentukan tim nasional melalui online. Ternyata animo peserta luar biasa, berdatangan dari seluruh Indonesia. Ada 138 pasangan dari berbagai daerah di Indonesia yang ikut, lapor Ketua Bidang Bridge Online, Ronny Lontoh kepada PB Gabsi," katanya.

Namun patut diakui baginya masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi sehingga pilihan seleksi tim nasional khusus junior bisa dilakukan secara online. Untung saja katanya Bidang Bridge Online cepat mengantisipasi dengan membentuk Komite Arbiterase dengan mengundang para pakar untuk membantu memutuskan berbagai kasus yang muncul.

"Seleksi model online akan membantu pemain berbakat tapi kekurangan sponsor di daerahnya dapat ikut berpartisipasi ketimbang harus terpusat di Jakarta. Selain itu tidak mengganggu waktu sekolah mereka karena diselenggarakan malam hari dan atlet tidak perlu keluar rumah, cukup main dari kamarnya saja," ujarnya.

Baca: Ini Daftar Juara Kejurnas Bridge ke-56 di Padang

 Bidang Bridge Online yang ditugaskan untuk menyelenggarakan seleksi telah menuntaskan kegiatan seleksi pada tanggal 18 -24 Januari 2019 karena pendaftaran terakhir tanggal 27 Januari 2019. Pertandingan diadakan tiap malam kecuali hari Minggu tanggal 20 Januari 2019 atau ada 6 session dan hasil akhirnya Kids U 16, pasangan yang terpilih  Angelica PT Rompas – Christofel Katiandagho, Bertrand Barahama – Putra Nurhamidin, Minyeo Jubilate Kairupan–Jaedon Mozez Kairupan, Whitney Alice Kattang – Taqwa R Winata

"Kedelapan pemain ini seluruhnya berasal dari Manado, Sulawesi Utara.  Mereka itu pantas menang karena sesuai penjelasan ayah dari pasangan kakak beradik Minyeo Jubilate Kairupan-Jaedon Mozez Kairupan mereka berlatih tiap hari dari pukul 14.00-18.00 kecuali hari Minggu dan libur. Ayah mereka Jurgen Kairupan yang juga Pengurus Gabungan Bridge Manado mengakui bahwa ini memang merupakan keinginan anak-anak dan ia bersyukur setelah mereka menekuni olahraga bridge, nilai-nilai di sekolah semakin baik," ujarnya.

 Ketiga pasangan selain Betrand Barahama-Putra Nurhamiddin sudah mendaftarkan diri untuk mewakili Indonesia pada nomor Kids U16 Asia Pacific Bridge Federation Youth Championship yang akan berlangsung 4-11 April 2019 di Bangkok.

Baca: Sumbar Promosikan Dua Tim, Jaksel Juara Antar-Kabupaten dan Kota Kelas B Kejurnas Bridge

Keenam pemain ini bergabung di Toar Bridge Club pimpinan Ketua Gabmo yang juga anggota PB Gabsi, Harke Tulenan. Sementara ini mereka berlatih dibawah bimbingan pemain senior Gabmo, Yuri Luntungan. Hampir semua pemain sudah berpengalaman mengikuti berbagai kejuaraan termasuk tingkat nasional. Dan sering keluar sebagai juara," ujarnya.

 Terakhir tim Toar yang diperkuat Angelica PT Rompas – Christofel Katiandagho dan Minyeo Jubilate Kairupan-Jaedon Mozez Kairupan keluar sebagai juara Student Telkom Indonesia Open 2018 yang berlangsung di Jakarta bulan Nopember 2018. Mereka akan didampingi oleh Samsu Risal sebagai Non Playing Captain.

Baca: Ini Hasil Sementara Kejurnas Bridge di Padang

Junior U 26, pasangan yang terpilih ialah Heri Purnomo–Permadi Sulistiyo Pramana, Sandi Wijaya–Muhammad Hafis Meiditama, Muhammad Ibnu Idris–Muhammad Efriyansyah dan Fransisca Tri Martanti–Monica Ayu Triana. Dari 8 pemain yang terpilih ada pasangan putri Monica Ayu Triana/Fransisca Tri Martanti yang menjadi anggota tim tahun yang lalu. Mereka akan dipimpin Kartika Sakti sebagai Non Playing Captain.

 "Sebenarnya ada satu pasangan yang terpilih dari ITB Bandung tapi mereka mengundurkan diri karena kesibukan kuliah mereka sehingga digantikan oleh pasangan peringkat berikutnya," ujarnya. (vid)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved