Berita di Bolsel

Disperindagkop Bolsel Sedia Rp 3 Miliar untuk Bangun Pasar

Disperindagkop Bolsel menyediakan anggaran sebesar Rp 3 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus DAK untuk bangun dua pasar

Disperindagkop Bolsel Sedia Rp 3 Miliar untuk  Bangun Pasar
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Pedagang Pasar Soguo Bolsel 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MOLIBAGU-Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) menyediakan anggaran sebesar Rp 3 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membangun dua pasar di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Kata Kepala Disperindagkop Amstrong Apollo, pekan ini kedua proyek pasar di Desa Mayembaga dan Desa Sakti akan tayang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

"Masing-masing dapat Rp 1,5 miliar," jelas Amstrong, Senin (28/1/19) di sela-sela aktivitas kerjannya.

Kata dia, akan membawa konsultan langsung untuk melihat lahan pasar tersebut. "Tidak boleh hanya diatas kertas, sehingga mereka bisa melihat lokasi. Sehingga efisiensi penggunaan lahan bisa terbaca di lapangan," jelasnya.

Baca: Disperindagkop Bolsel Berdayakan Produk Ikutan Kelapa Jadi Energi Terbarukan

Dijelaskan untuk Desa Mayembaga disediakan lahan seluas satu hektar, sementara untuk Desa Sakti rencananya akan pindah lahan ke lokasi baru.

Aktivitas jual beli di Pasar Soguo, Bolsel.
Aktivitas jual beli di Pasar Soguo, Bolsel. ()

"Kami hindari jangan sampai aktivitas pasar menganggu jalur lalulintas seperti di Poigar karena terletak di tepi jalan," jelasnya.

Kata dia, jika dibangun di lahan lama maka kemungkinan tidak bisa dilakukan pengembangan seperti pembuatan gudang dan kios. "Makanya saya berikan pertimbangan kepada Sangadi," jelasnya.

Baca: Harga Kopra Anjlok, Disperindagkop Bolsel Dorong UKM Kelola Limbah Kelapa

Rencananya setiap pasar akan dibangun dua los serta dilengkapi toilet umum khusus untuk pembeli dan pedagang.

Disisi lain Amstrong mengimbau kepada masyarakat di dua desa tersebut nanti setelah hadirnya pasar akan meningkatkan semangat dagang. Sebab selama ini pendagang jarang ada yang menetap.

Baca: Disperindagkop Bolsel Akan Menggelar Operasi Pasar

"Kami terkendala tidak ada gudang baru di Pasar Momalia yang ada gudang. Mereka terkendala karena mereka harus memindahkan barang, kalau ada gudang tidak lagi pindah," jelasnya.

Pemanfaatan los juga akan diutamakan bagi mereka yang memiliki jiwa dagang. "Nanti UMKM dan BUMDes bisa mendagangkan barangnya di pasar," jelasnya. (lix)

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved