Liliyana Natsir Pensiun

Liliyana Natsir's Farewell Event Akhir Perjuangan Putri Sulawesi Utara Ini di Dunia Bulu Tangkis

Mengarungi perjalanan di bulu tangkis selama 24 Tahun, kini sampailah Liliyana Natsir di penghujung kariernya.

Liliyana Natsir's Farewell Event Akhir Perjuangan Putri Sulawesi Utara Ini di Dunia Bulu Tangkis
Facebook Marcus Kevin
Liliyana Natsir Bersama Kedua Orang Tuanya 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Mengarungi perjalanan di bulu tangkis selama 24 Tahun, kini sampailah Liliyana Natsir di penghujung kariernya. Tiba saatnya ia harus mengucapkan selamat tinggal kepada olahraga yang telah membesarkan namanya.

Sudah tak terhitung lagi berapa kali Liliyana berjuang hidup mati demi Merah-Putih, mulai dari gelar turnamen terbuka, gelar hat-trick All England pada tahun 2012, 2013 dan 2014, empat gelar juara dunia pada tahun 2005, 2007, 2013 dan 2017 serta puncaknya medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 yang ia raih bersama Tontowi Ahmad.

Mengapresiasi besarnya pengorbanan dan deretan prestasi yang telah mengangkat nama Indonesia di kancah dunia, hari ini digelar 'Liliyana Natsir's Farewell Event', tepat sebelum laga final Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan.

Baca: Liliyana Natsir Pensiun, Gadis Asal Manado Ini Jadi Partner Baru Tontowi Ahmad, Ini Kelebihannya

Baca: Liliyana Natsir Tak Pernah Menyesal Jadi Atlet Bulu Tangkis : Dunia Ini Yang Membesarkan Saya.

Sebelum memasuki arena, Liliyana tak dapat menahan jatuh air matanya kala ia melihat video dimana orang-orang terdekatnya, Richard Mainaky, Nova Widianto dan Vita Marissa memberikan kesan-kesan tentangnya.

Liliyana memasuki Istora didampingi 17 atlet pelatnas, menggambarkan 17 tahun Liliyana berada di Pelatnas PBSI Cipayung.

Semangat Perpisahan Liliyana Natsir di Istora Senayan
Semangat Perpisahan Liliyana Natsir di Istora Senayan (Facebook Marcus Kevin)

Dalam acara ini turut hadir Menteri Pemuda dan Olahrgaa RI Imam Nahrawi dan Ketua Umum PP PBSI Wiranto.

Liliyana Natsir pensiun dari bulu tangkis (PBSI)
"Terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan yang telah diberikan Butet kepada Indonesia. Momen medali emas Olimpiade Rio 2016 adalah momen terfavorit saya selama menjadi menteri," kata Imam yang disambut riuh tepuk tangan penonton.

"Saat ini kita akan ditinggalkan pemain legendaris yang sudah mengukir prestasi yang luar biasa. Pemain terlama yang menghuni pelatnas selama 17 tahun, di pelatnas itu penuh perjuangan dan tidak mudah. Ini menjadi pelajaran untuk atlet muda agar bisa mengikuti jejak Butet untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia. Terima kasih kepada Butet yang sudah mengharumkan nama Indonesia dengan prestasi-prestasinya," sebut Wiranto.

Baca: Liliyana Natsir Pensiun di Indonesia Masters 2019, Suporter Rela Bangun Pagi demi Acara Perpisahan 

Baca: Liliyana Natsir Siap Persembahkan Perpisahan yang Indah di Turnamen Indonesia Masters 2019

Usai menyampaikan sambutannya, Wiranto menyerahkan cendera mata berupa action figure Liliyana Natsir.

Dengan terbata-bata, Liliyana membuka kata sambutannya. Ia bahkan harus berhenti bicara beberapa kali untuk menahan jatuh air matanya.

Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved