Tidak Menyangka Jadi Moderator Debat Capres: Begini Pengakuan Anisha Dasuki

Presenter Televisi Anisha Dasuki tidak menyangka akan terpilih menjadi moderator debat kedua Pilpres

istimewa
Anisha Dasuki 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Presenter Televisi Anisha Dasuki tidak menyangka akan terpilih menjadi moderator debat kedua Pilpres yang akan digelar pada Minggu (17/2) mendatang. Kata Anisha, dia baru diberitahu oleh pimpinan di kantornya pada pekan kemarin. Namun, nama yang santer, bukanlah namanya melainkan presenter kondang Najwa Shihab.

"Iya aku sama sekali enggak nyangka. Aku senang banget," ucapnya saat dihubungi Tribun, Jakarta, Jumat (25/1).

Anisha mengaku dirinya siap menjadi moderator debat mendatang. Meski baru pertama kali di pilpres, namun dia mengatakan sudah beberapa kali menjadi moderator debat di Pilkada. Diantaranya adalah debat di Pilkada Jawa Timur, Jawa Barat, Morowali dan Pilkada NTT. "Sudah beberapa kali jadi moderator. Tapi, untuk pilpres baru ini saja. Jadi, persiapan yang paling pasti, berdoa," katanya.

Dirinya yang merupakan presenter MNC Group milik Hary Tanoesoedibjo, menegaskan akan tetap mempertahankan idealisme sebagai jurnalis. Tidak akan cenderung kemanapun dalam menjalankan profesi sebagai moderator.

Adanya batasan waktu dalam debat akan menjadi patokan dirinya membatasi pernyataan capres. "Saya akan profesional. Itu yang saya akan terus terapkan. Tidak hanya di debat pilpres saja. Tetapi juga saya sebagai jurnalis," tukasnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi memutuskan dua nama, Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki sebagai moderator terpilih untuk pelaksanaan debat kedua Pilpres 2019 pada 17 Februari 2019 mendatang. KPU tetap mempertahankan format dua moderator seperti debat perdana kemarin.

"Kami sepakati moderatornya, kami tetap menggunakan pola dua moderator, pertama Tommy Tjokro, kedua Anisha Dasuki," kata Ketua KPU RI Arief Budiman dalam rapat bersama dua tim kampanye dan media penyelenggara di KPU RI, Jakarta Pusat.

Keputusan memilih dua nama itu juga sudah mendapat persetujuan dari masing-masing kubu tim kampanye, baik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'uf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

"Sebagaimana ketetapan yang ditentukan dalam Undang-Undang, dalam menetapkan nama moderator, KPU harus mendapatkan persetujuan kepada kedua paslon," terang Arief.

Setelah mengumumkan secara resmi moderator terpilih, KPU bakal menghubungi Tommy dan Anisha terkait kesediaan mereka berdua menjadi pemandu jalannya debat kedua, yang dilakoni oleh calon presiden saja. "Kami akan hubungi yang bersangkutan dulu. Kalau bersedia, maka jalan. Kalau tidak bersedia maka batal," pungkasnya.

Untuk diketahui, debat kedua akan diselenggarakan pada 17 Februari 2019 dengan mengusung tema Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, serta Infrastruktur, dengan lokasi mengambil tempat di Hotel Sultan, Jakarta Selatan.(ryo/wly)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved