Telkomsel Gaungkan #BhayPlastik, Kelola Sampah dari Sumbernya

Pengelolaan sampah dan lingkungan erat kaitan dengan isu pemasangan global atau global warming

Telkomsel Gaungkan #BhayPlastik, Kelola Sampah dari Sumbernya
Tribun manado / Christian Wayongkere
Inisiasi #BhayPlastik oleh Telkomsel dengan mengajak masyarakat bijak pakai plastik 

Telkomsel Gaungkan #BhayPlastik, Kelola Sampah dari Sumbernya

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Inisiasi #BhayPlastik oleh Telkomsel dengan mengajak masyarakat bijak pakai plastik, berlangsung dalam kemasaman sharing season dari komunitas Bank Sampah Cells Manado dan Sea Soldier, di Loop Area GOD bless Park Manado, Sabtu (26/1/2019).

Menurut Marlon Kamagi narasumber dari Cells Manado, pengelolaan sampah dan lingkungan erat kaitan dengan isu pemasangan global atau global warming, tercipta dan terus ada akibat apa yang dilakukan manusia sehari-hari hingga terjadi perubahan iklam.

"Di Australia sempat terjadi cuaca sangat panas sekali, sehingga mengakibatkan roda kendaraan meleleh. Bahkan tak hanya itu kelelalawar banyak yang meninggal karena kondisi cuaca panas. Ini terjadi karena pengelolaan sampah dengan cara dibakar hasilkan dioksin, metan dan karbon dioksida," kata Marlon.

Baca: Telkomsel Gaungkan #BhayPlastik, Manado Kota Pertama yang Menggelar Pelaksanaan Kegiatan Ini

Baca: Telkomsel Ajak Masyarakat Bijak Pakai Plastik

Untuk itu keberadaan pohon sangat penting untuk, serap karbon dioksida, selain itu ada juga cara lain dengan konservasi hutan agar terus digaung-gaungkan.

“Kondisi ini telah memiliki dasar kuat, yaitu undang-undang nomor 18 tahun 2018 mengenai larangan membakar sampah karena akan berdampak pada pemanasan iklam dan perubahan global," jelasnya.

Dijelaskannya keterlibatan pihak ketiga dalam pengelolaan dan pencegaan penyalahgunaan sampah plastik, seperti yang dilakukan Telkomsel di 11 Kota di Indonesia tidak sekedar punggut sampah yang ujungnya bawa ke tempat pembuangan sampah.

Inisiasi #BhayPlastik oleh Telkomsel dengan mengajak masyarakat bijak pakai plastik
Inisiasi #BhayPlastik oleh Telkomsel dengan mengajak masyarakat bijak pakai plastik (Tribun manado / Christian Wayongkere)

Untuk menunjang gerakan #BhayPlastik, Cells Manado sebagai komunitas sodorkan konsep setiap melakukan kegiatan punggut sampah harus di breafing dan dibekali pemahaman jenis plastik. Setelah di kumpul lalu dipilah organik dan nonorganik, untuk di ambil atau dikelola bank sampah.

"Akan dihitung dan ditimbang berapa banyak sampah untuk di bawa ke bank sampah, karena sistem kami sikular ekonomi bagaimana pengelolaan sampah hulu hilir bisa jalan ," jelas Marlon.

Selain itu ada proses recycle, reduce dan reuse hingga pemanfaatan kembali sampah plastik bisa dilakukan di bank sampah.

Dalam aksi bersama dengan Telkomsel dan komunitas lingkungan dalam memungut sampah dan memilah hingga membawa ke bank sampah, pihaknya menyayangkan, karena kegiatan lebih bersifat ceremony padahal harus dilakukan saat dipunggut, ditimbang hingga memilah.

Sampah Plastik yang Terkumpul
Sampah Plastik yang Terkumpul (TRIBUNMANADO/ FERRA FARADILA RIZKI)

"Total 77 kilo sampah belum diselesai dipilah, akan diselesaikan agar dapat angka pasti untuk dibawa ke bank sampah untuk di recycle lebih lanjut dan tidak berakhir di tempat pembuangan sampah (TPA)," kata dia.

"Kalau sudah tau cara memilah sampah dari sumber, sampah bisa dikelola dari sumbernya. Selain itu dalam aturan undang-undang tentang pengelolaan sampah pasal 13 mewajibkan setiap kawasan, usaha bisnis, harus siapkan pemilahan sampah dari sumbernya. Jika ini sudah berjalan dan dilakukan dengan konsep zero wise maka kita sudah mengurangi 70 persen sampah ke TPA, sisa 30 persen beban TPA ringan oleh peralatan bisa kelola lagi sampahnya," tandasnya.(crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved