KPU Sulut

KPU Sulut Susun Daftar Pemilih Tambahan dan Daftar Pemilih Khusus

KPU melakukan persiapan penyusunan DPTb dan DPK, nanti KPU kabupaten/kota, PPS akan turun ke lapangan melakukan pendataan,"

Tribunmanado
Komisioner KPU Sulut Lanny Ointoe 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Komisi Pemilihan Umum kabupaten/kota akan mulai menyusun Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Komisioner KPU Sulut Lanny Ointoe mengatakan DPTb diperuntukan bagi pemilih yang pindah memilih, sementara DPK untuk pemilih yang bekum terdaftar di Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan.

"Kami sudah menggelar rapat untuk persiapan penyusunan DPTb dan DPK, nanti KPU kabupaten/kota, PPS akan turun ke lapangan melakukan pendataan," kata dia kepada tribunmanado.co.id, Sabtu (26/1/2019).

Ia menjelaskan, khusus DPTb, untuk menfasilitasi pemilih yang ketika 17 April 2019 waktu hari untuk memilih tidak berada di tempat dimana ia terdaftar sebagai pemilih.

Baca: KPU Rekrut Relawan Demokrasi Jangkau 11 Basis Pemilih, Diantaranya Penyandang Disabilitas dan Waria.

Halangan itu misalnya, sedang bekerja, dirawat di rumah sakit, kuliah/sekolah, atau dalam masa penahanan pidana.

Komisioner KPU Sulut Lanny Ointoe
Komisioner KPU Sulut Lanny Ointoe (TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS)

Ia mencontohkan, salah satu langkah dilakukan dengan mendata sekaligus merekam KTP-el di Rutan dan Lapas.

KTP el merupakan syarat dipenuhi untuk memilih. Perekaman KTP-el ini akan menambah pemilih terdaftar di DPK. 

Baca: Kapolda Sulut Puji Kantor dan Gudang KPU Bitung

Sebelumnya, KPU Sulut sudahmenetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 2 (DPTHP2). Sebanyak 1.917.999 pemilih ditetapkan usai rekapitulasi 15 kabupaten/kota Semarang Sulut.

Meidy Tinangon, Komisioner KPU Sulut mengakui, ada penambahan jumlah pemilih dari penetapan sebelumnya. Pada penetapan DPT HP 14 September 2018, KPU menetapkan pemilih berjumlah 1.845.752.

Baca: Ketua KPU Sulut Singgung 22 Sengketa Pemilu Selama 2018

"Ada penambahan jumlah pemilih, ini efek dari gerakan menyelamatkan hak pilih," kata dia.

Meidy mengatakan, setelah dilakukan pencermatan kembali ternyata banyak yang belum terdaftar sebagai pemilih

Setelah penetapan DPTHP 2, sslanjutnya merampungkan DPTb dan DPK. (ryo)

Penulis: Ryo_Noor
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved