Renungan Minggu
Kepekaan Terhadap Maksud Tuhan
Banyak orang mengerti akan maksud Tuhan, tetapi hanya sedikit yang peka terhadap maksud Tuhan
Pdt Marco Wagey MTh
* Pendeta Pelayan Tasik Genesaret Sindulang 2 Wilayah Manado Utara 1
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Banyak orang mengerti akan maksud Tuhan, tetapi hanya sedikit yang peka terhadap maksud Tuhan. Oleh karena itu Firman Tuhan kadang hanya menjadi suatu hal yang tabu ketika hanya sampai dibatas ‘mengerti’ atau ‘tahu’.
Realitas kehidupan yang seperti itu tidak jarang mengakibatkan orang-orang tertentu terjebak dalam praktek ‘memakai Firman Tuhan untuk kepentingan pribadi’.
Bahasa sederhananya adalah menyampaikan kehendak Tuhan hanya untuk mencapai kepentingan pribadi atau bisa dikatakan ‘kepentingan berkedok agama’.
Sulitnya mencari orang yang benar-benar peka terhadap kehendak Tuhan.
Yeremia adalah seorang nabi yang dipakai Tuhan di masa-masa sulitnya kehidupan bangsa Israel. Firman Allah datang kepada Yeremia ketika ia masih ditawan raja Zedekia dan Yerusalem masih dikepung oleh bangsa Babel.
Dalam situasi seperti itu, kondisi hati/ perasaan Yeremia yang sangat bergumul, karena Allah memberitahukan tentang penderitaan yang akan dialami oleh bangsa Yehuda dan mereka tidak mungkin terlepas dari cengkraman dan keganasan bangsa Babel.
Dalam keadaan hati yang bergumul dengan situasi ini, Yeremia sangat peka dengan kehendak Tuhan. Yeremia 33 : 3 Bagaimana Allah memerintahkan Yeremia untuk berdoa dan memohon kepada Allah menyatakan kehendakNya yang lebih besar kepada Yeremia.
Kepekaan Yeremia melakukan apa yang diperintahkan Tuhan itu memang tidak dituliskan, akan tetapi indikator yang menunjuk bahwa perintah Tuhan itu dilakukan oleh Yeremia, ketika ayat selanjutnya dituliskan bahwa Allah memberitahukan kepada Yeremia tentang apa yang akan terjadi kepada Yehuda.
Allah yang akan membinasakan Babel lewat penyataan kuasaNya dan memulihkan Yehuda. Yehuda yang dalam penglihatan Yeremia akan dihancurkan tetapi pada waktu Allah memulihkan mereka dengan menjadikan Yehuda kembali kepada kemasyurannya (Yer 33 : 9).
Dalam kisah Yeremia ini, Yeremia menunjukkan bagaimana Allah menyatakan kehendakNya kepada Yeremia yang peka terhadap maksud dan kehendak Tuhan sekalipun Yeremia berada dalam tekanan situasi yang sulit yang dialaminya.
Dunia sekarang membutuhkan orang yang benar-benar peka terhadap kehendak Tuhan.
Degradasi moral, kepentingan pribadi, haus kekuasaan sudah menjadi persoalan gereja dari tahun ke tahun. Kondisi yang tertekan ataupun keadaan yang sulit tidak jarang membut orang kurang peka terhadap kehendak Tuhan.
Persoalan sulit terjawab ketika orang-orang hanya sebatas tahu dan mengenal kehendak Tuhan itu sendiri.
Kepekaan terhadap kehendak Tuhan, sebenarnya membuat orang benar benar peduli terhadap apa yang diinginkan Tuhan dalam kehidupan di dunia ini.
Semoga kita semakin menjadi orang –orang yang semakin peka terhadap kehendak Tuhan yang membuat kita semakin sadar dan mengerti untuk apa yang dinyatakan oleh Tuhan dalam prosesNya membentuk kita.
AMIN