Hotman Paris Tantang KPK OTT Pejabat yang Gunakan Jasa Prostitusi Online

Hotman bertanya mengapa KPK tidak melakukan operasi tangkap tangan (OTT) saat pejabat itu sedang bertransaksi prostitusi dengan si artis.

Hotman Paris Tantang KPK OTT Pejabat yang Gunakan Jasa Prostitusi Online
tribun wow
Hotman Paris Hutapea 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hotman Paris menjadi satu di antara pengacara kondang Indonesia yang turut memerangi kasus prostitusi online, terutama ketika kasus mengenai artis VA dibongkar Polda Jatim di awal Januari 2019 lalu.

Baik melalui unggahan Instagram, YouTube, maupun program acara yang dibawakan, Hotman Paris selalu menyerukan agar pihak kepolisian tidak hanya menangkap mucikari sebagai penyalur saja, namun juga pengguna jasa prostitusi itu.

Baru-baru ini, Hotman Paris kembali mengemukakan pendapat serta menantang beberapa pihak untuk kasus prostitusi, seperti yang ditayangkan pada kanal YouTube miliknya, Jumat (25/1/2019).

Baca: BREAKING NEWS: Kebakaran Rumah di Sindulang Satu, Tonton Videonya!

Baca: Kebakaran di Sindulang, Farman Selamatkan Ibunya dari Kobaran Api di Rumah Mereka

Baca: Kerugian Kebakaran di Sindulang Ditaksir Rp 250 Juta, Wawali Manado Kunjungi Lokasi

Awalnya, Hotman Paris memberikan gambaran pada Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang soal pengakuan mantan mucikari Robby Abbas mengenai artis yang berhasil dijual kepada pengguna yang menyentuh jumlah 100 orang.

Kebanyakan artis yang mengikuti prostitusi online digunakan oleh para pejabat.

"Si Robby mengatakan bahwa dia berhasil menjual 100 artis, 50 model, dan 30 pramugari dan sebagian ke pejabat," kata Hotman Paris.

Hotman Paris turut prihatin atas masalah prostitusi online yang menyeret nama Vanessa Angel
Hotman Paris turut prihatin atas masalah prostitusi online yang menyeret nama Vanessa Angel (Instagram/hotmanparisofficial/vanessaangelofficial)

Lalu, Hotman bertanya mengapa KPK tidak melakukan operasi tangkap tangan (OTT) saat pejabat itu sedang bertransaksi prostitusi dengan si artis.

"Pertanyaan saya kenapa KPK tidak pernah OTT waktu diserahkan beginian? Kenapa hanya uang saja yang di OTT?," tanya Hotman.

Menjawab hal itu, Saut Situmorang mengatakan bahwa ada beberapa kasus yang pernah ditangani namun di dalamnya bukan hanya prostitusi online yang dilakukan pejabat.

Melainkan harus ada tindak pidana korupsi di dalamnya.

Halaman
1234
Editor: Nielton Durado
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved