Begini Kisah Koordinator Posko RPH Tamarunang Gowa, Yang Nyaris Jadi Korban Saat Evakuasi

Para pengungsi itu didominasi warga yang bermukim di BTN Nusa Tamarunang atau hanya berjarak 10-20 meter dari bibir sungai Jeneberang.

Begini Kisah Koordinator Posko RPH Tamarunang Gowa, Yang Nyaris Jadi Korban Saat Evakuasi
(Muslimin Emba/Tribunjeneponto.com)
Suasana pengunsi korban banjir yang masih menempati posko induk Rumah Potong Hewan (RPH) Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Sabtu (26/1/2019) sore. (Muslimin Emba/Tribunjeneponto.com) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Memasuki hari ke-5 pascabanjir dan longsor yang terjadi di Gowa, sejumlah warga masih bertahan di posko-posko pengungsian.

Seperti di Posko Induk Rumah Pemotongan Hewan atau RPH Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Sabtu (26/1/2019).

Baca: 3 Pelajar Pelaku Begal Diamankan Berhasil Ditangkap, 1 Diantaranya Residivis & Masih Wajib Lapor

Para pengungsi itu didominasi warga yang bermukim di BTN Nusa Tamarunang atau hanya berjarak 10-20 meter dari bibir sungai Jeneberang.

Saat Sungai Jeneberang meluap tepatnya Selasa (22/1/2019) siang, banjir setinggi dua meter merendam puluhan hingga ratusan rumah yang ada di dalam komplek perumahan itu. Pun juga pemukiman yang ada di sekitar komplek.

Peristiwa itu tentunya menyisakan duka dan cerita oleh para korban, pun juga dengan relawan yang melakukan proses evakuasi dan penyaluran pasca banjir.

Baca: Tersangka Pembuat 1000 Ekstasi Diringkus BNN, Satu Keluarga Ikut Diperiksa

Seperti dialami Kordinator Posko Induk RPH Tamarunang, Yusri Yusrang (22).

Mahasiswa semester lima STIE Tri Dharma Makassar itu, mengaku nyaris ikut menjadi korban saat melakukab proses evakuasi terhadap warga Perumahan Nusa Tamarunang.

"Waktu saya turun evakuasi, ketinggian air sudah sampai dua meter terus arus kencang, jadi kita kesulitan melawan arus sungai. Saya hampir jadi korban karena pakai sepatu laras saat evakuasi, jadi sepatu full air baru saya tidak pakai pelampung, jadi saya selamatkan diri pakai tali," cerita Yusran, sapaan Yusri Yusran.

Baca: BREAKING NEWS: Tiga Jenazah Korban Longsor di Dusun Pattiro, Gowa Berhasil Ditemukan

Suasana pengunsi korban banjir yang masih menempati posko induk Rumah Potong Hewan (RPH) Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Sabtu (26/1/2019) sore. (Muslimin Emba/Tribunjeneponto.com)
Saat evakuasi bersama tim SAR lainnya berlangsung, ia mengaku sempat menolong seorang nenek yang terkena stoke terjebak di atas lantai dua rumahnya.

"Ada nenek-nenek saya sempat selamatkan karena terjebak dalam rumahnya, ada juga nenek yang sudsh stroke kemudian dia terjebak di atas lantai dua rumahnya," ujar Yusran.

Halaman
12
Editor: Nielton Durado
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved