Sate Kolombi Jadi Kuliner Andalan di Minahasa

Sate yang terbuat dari keong emas dan keong hitam ini memang ikonnya kawasan Kuliner Boulevard Tondano.

Sate Kolombi Jadi Kuliner Andalan di Minahasa
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Sate Kolombi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Sulawesi Utara dikenal punya destinasi wisata alam yang mendunia, seperti Bunaken. Tetapi belakangan ini, wisatawan mulai melirik kuliner-kuliner Manado, salah satu di antaranya adalah sate kolombi.

Baca: Wisata Karamba Danau Tondano Yang Terancam Eceng Gondok

Sate yang terbuat dari keong emas dan keong hitam ini memang ikonnya kawasan Kuliner Boulevard Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Hanya tempat ini yang menyediakan sate kolombi.

Berada di kawasan persawahan, puluhan warung makan berjejer di jalanan yang lurus membentuk seperti lorong. Kawasan ini juga menjadi penghasil padi terbesar di Minahasa.

Baca: Pembangunan Pasar Rakyat Tondano Bernilai 2.6 M

Memanjakan mata sekaligus memanjakan lidah bisa ditemui di kawasan Boulevard Tondano ini. Hawa yang sejuk, hamparan hijau sepanjang mata. Seperti berada di sebuah kawah raksasa, itulah yang akan dirasakan.

Berada di tanah datar dan dikelilingi pegunungan membentuk lingkaran. Gunung Klabat, Lokon, dan Tampusu pun terlihat jelas. Kondisi warung-warungnya pun dijamin bersih. Hal yang membedakan hanya pada bangunannya saja. Ada yang sederhana berdindingkan tripleks, ada pula yang terlihat seperti restoran yang berdindingkan papan.

Baca: Olly Dondokambey Perjuangkan Jalan Tol Airmadidi-Tondano-Tomohon-Kawangkoan-Amurang

Pada salah satu rumah makan nampak seorang wanita di antara gumpalan asap sedang membolak-balikan sejumlah tusuk sate kolombi dari balik tempat pemanggang sambil memanggil para pengendara yang melintas.

Zefalia Rumain salah satu pemilik rumah makan yang sudah 20 tahun berjualan sate kolombi di Kawasan Wisata Kuliner Boulevard Tondano.

Baca: Pasar Rakyat Tondano Mulai Beroperasi

"Saya bersama puluhan penjual disini sudah berjualan selama puluhan tahun dengan produk yang sama dan bumbu masakan yang masih sama juga," katanya.

Sate kolombi memang memiliki rasa yang berbeda dengan lauk seperti biasanya yaitu kekenyalan daging serta memiliki rasa yang dapat membuat orang ingin mengkonsumsi makanan tersebut.

Baca: Terduga Penganiaya Siswi SMP di Tondano Hari Ini Jalani Pemeriksaan Didampingi Orangtua

Setiap rumah makan di komplek ini menjual sate kolombi seharga Rp 3000, sedangkan paket nasi tambah sayur bisa seharga Rp 25.000 dengan 5 tusuk sate.

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Nielton Durado
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved