Satu Pasien DBD di Sitaro Meninggal Dunia

Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Kepulauan Sitaro awal tahun 2019 meningkat.

Satu Pasien DBD di Sitaro Meninggal Dunia
Tribun Manado/Alpen
Pasien DBD di salah satu rumah sakit di Kabupaten Sitaro 

Satu Korban DBD di Sitaro Meninggal Dunia

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO -  Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Kepulauan Sitaro awal tahun 2019 meningkat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Sitaro, Kamis (24/1).

"Sampai hari ini ada delapan kasus DBD di Sitaro, satu korban meninggal dunia di Tagulandang berusia enam tahun," ujarnya.

Delapan kasus tersebut di Siau satu orang Tagulandang 6 orang, dan Biaro satu orang.

"Dua pasien dewasa dan enam pasien anak," jelasnya.

Untuk penanganan, mereka saat ini sementara melakukan fogging di daerah yang ditemukan nyamuk DBD.

“Namun sebenarnya, fogging itu merupakan langkah terakhir, sebab fogging itu kan mengandung racun, dan hanya membunuh nyamuk dewasa saja," ujarnya.

Warga harusnya melakukan 3M plus, sebab yang diutamakan yaitu pencegahan dan pemberantasan penyakit dengan berdarah.

dr Edward Mendeng MSi Direktur RSUD Lapangan Sawang menjelaskan, bahwa saat ini mereka sementara merawat satu pasien demam berdarah asal Talawid berusia enam tahun.

"Sudah melewati masa kritis, dan dalam proses pemulihan, satu atau dua hari kedepan bisa pulang, tergantung kondisi tubuh pasien," jelasnya.

Ia mengatakan, anak tersebut mendapatkan DBD dari Manado, sebab pada Desember lalu mereka ke Manado untuk pesiar.

"Kami sudah lakukan pengobatan dan terapi juga terhadap pasien," jelasnya. 

DBD di Sitaro
Siau: 1 orang
Tagulandang:6 orang (1 orang meninggal dunia)
Biaro: 1 orang
Sumber: Dinkes Sitaro

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved