Ini Cara Camat Tomini Agar Masyarakat Tidak Melepasliarkan Ternaknya

Pemerintah Kecamatan Tomini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melepasliarkan hewan ternaknya, dapat menganggu kehidupan bermasyarakat

Ini Cara Camat Tomini Agar Masyarakat Tidak Melepasliarkan Ternaknya
Tribun Manado/Felix Tendeken
foto sapi yang diikat di samping jalan 

Ini Cara Camat Tomini Agar Masyarakat Tidak Melepasliarkan Ternaknya

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID,MOLIBAGU- Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah Kecamatan Tomini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melepasliarkan hewan ternaknya yang dapat menganggu kehidupan bermasyarakat, Kamis (24/1/19).

Jika sebelumnya pemberian sanksi diberikan tanpa pandang bulu, pada awal tahun 2019 ini sosialisasi yang dimaksimalkan.

Baca: Ahok Bebas, Ahokers Kecewa

"Untuk memberlakukan Perda atau kebijakan kita harus mengawalnya dengan serius," ucap Camat Tomini Suprin Mohulangio.

Kata dia jangan sampai pemerintah yang mendorong justru tidak hadir ditengah-tengah mereka, sementara pemerintah yang menjalankan aturan.

Baca: Ahok Bebas - Ahokers Kirim Karangan Bunga Hingga Menginap di Luar Mako Brimob

"Kita harus ada di wilayahnya," jelasnya kepada Tribunmanado.co.id.

Menurut dia, sosialisasi dini dilakukan dari tingkat kecamatan sampai tingkat desa, menyampaikan imbauan tersebut saat memberikan sambutan pemerintah.

Baca: Target PBB Kotamobagu Tahun 2019 Rp 6.5 M

"Nah, harus rutin disosialisasikan jangan putus-putus. Kita harus ingatkan setiap kali ada pertemuan dengan masyarakat," jelasnya.

Kecamatan Tomini yang menjadi contoh dalam penerapan Perda ternak liar dinilai telah berhasil menerapkan sistem tersebut dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Baca: DPRD Desak Pemkot Tetapkan KLB, Korban DBD Sudah 8 Orang

"Pemberian sanksi termasuk sembelih hanya sampai akhir 2016, dampaknya positif saat ini tidak ada yang berani melepasliarkan ternaknya," jelasnya.

Pemandangan berbeda justru terlihat di beberapa kecamatan lain seperti di wilayah Bolaang Uki, dimana hewan ternaknya dibiarkan liar.

Baca: Kalapas Pastikan Ahok Bebas Tanpa Ada Keistimewaan

"Di jalur dua banyak kambing yang dibiarkan liar, saya beberapa kali hampir menabrak hewan ini," ucap Saul, pengendara.

Kata dia, diujung perbatasan dengan kabupaten tetangga juga banyak ditemukan hewan yang sengaja diikat di pinggir jalan.

Baca: Pemkot dan Umat Tridharma Matangkan Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Perayaan Cap Go Meh

"Ini berbahaya, harus diberikan imbauan jangan sampai memakan korban," tandasnya. (lix)

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved