Harga Cabai Rp 20 Ribu Per Kilogram, Petani Bolsel: Kami Rugi

Petani cabai di Bolsel mengeluh karena ongkos tanam tidak sebanding dengan harga jual.

Harga Cabai Rp 20 Ribu Per Kilogram, Petani Bolsel: Kami Rugi
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Pedagang cabai di Pasar 23 Maret Kotamobagu. Kini harga cabai turun drastis menjadi Rp 20 ribu per kilogram. 

Liputan Wartawan Tribun Manado Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Harga cabai di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan mengalami penurunan drastis, jauh dari batas normal.

"Sebelumnya Rp 50 ribu (per kilogram) kemudian turun jadi Rp 40 ribu sekarang tinggal Rp 20 ribu," jelas Oni, petani dan pedagang cabai asal Desa Tolondadu.

Kata dia, dengan posisi harga seperti ini sudah jelas sangat merugikan petani.

"Rugi," singkatnya.

Baca: Harga Cabai di Bolsel Turun, Kadis DPKP Sebut karena Dipengaruhi Permintaan Pasar

Senada diucapkan oleh Yusu, petani yang juga pedagang cabai asal Desa Sondana.

Kata dia, anjloknya harga cabe membuat mereka harus gigit jari.

"Ongkos tanam dengan harga jual sudah tidak sebanding," jelasnya.

Dia berharap agar harga cabai rawit kembali normal sehingga petani dan pedangan tidak akan mengalami penderitaan kepanjangan.

Baca: Nggak Hanya Bikin Makanan Tambah Sedap, Cabai Juga Memiliki 4 Manfaat Bagi Kesehatan!

"Sangat berharap kembali normal, kalau tidak naik mau tidak mau harus dikeringkan, biar tidak bertambah rugi," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Felix Tendeken
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved