Pembunuh Wartawan Bali Dapat Grasi, Wapres JK: Seumur Hidup dan Pidana 20 Tahun Tak Jauh Beda

I Nyoman Susrama merupakan otak pembunuhan berencana terhadap wartawan Jawa Pos Radar Bali, AA Gede Bagus Narendra Prabangsa, pada Februari 2009.

Pembunuh Wartawan Bali Dapat Grasi, Wapres JK: Seumur Hidup dan Pidana 20 Tahun Tak Jauh Beda
Internet
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) mengucapkan selamat kepada atlet-atlet Asian Para Games 2018 asal China. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan grasi terhadap 115 orang narapidana.

Dari ratusan napi yang memperoleh grasi, satu di antaranya adalah terpidana seumur hidup, I Nyoman Susrama.

I Nyoman Susrama merupakan otak pembunuhan berencana terhadap wartawan Jawa Pos Radar Bali, AA Gede Bagus Narendra Prabangsa, pada Februari 2009.

 
I Nyoman Susrama mendapat grasi dari masa pidana seumur hidup menjadi pidana sementara selama 20 tahun.

Keputusan Presiden pun menuai sejumlah komentar dari berbagai kalangan, termasuk pihak Istana dan Aliansi Jurnalin Independen (AJI).

Baca: Tak Cuma Conte dan Mourinho, Eden Hazard Kecewakan Semua Pelatihnya

Baca: Biaya Ongkir Ekspedisi Naik Pukul Pelaku UMKM di Manado

Baca: Ini Tujuan Kapal Layar Motor Pinisi Pusaka Indonesia Mampir di Manado

Berikut sejumlah fakta terkait pemberian Grasi dari Presiden Jokowi kepada I Nyoman Susrama, dirangkum Tribunnews.com dari Kompas.com dan Tribun Bali.

1. Tuai kecaman dari AJI

Pemberian grasi pada I Nyoman Susrama mendapat kecaman dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Ketua AJI Denpasar, Nandang R Astika mengatakan, keputusan Jokowi merupakan langkah mundur terhadap penegakan demokrasi.

"Pengungkapan kasus pembunuhan wartawan di Bali tahun 2009 saat itu menjadi tonggak penegakan kemerdekaan pers di Indonesia."

Halaman
1234
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved