Kandang Penampung Buaya BKSDA Sulut Penuh

BKSDA Sulut rupanya kesulitan dalam menampung hewan hasil evakuasi, khususnya buaya.

Kandang Penampung Buaya BKSDA Sulut Penuh
ISTIMEWA
Proses nekropsi buaya Merry. 

Kandang Penampung Buaya BKSDA Sulut Penuh

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara (Sulut) pada Januari 2019 ini sudah mengevakuasi empat ekor buaya dan tiga monyet hitam Sulawesi (Macaca).

BKSDA Sulut rupanya kesulitan dalam menampung hewan hasil evakuasi, khususnya buaya.

"Kondisi yang ada sekarang kandang yang siap terisi penuh padahal masih ada (buaya) yang perlu dievakuasi di Desa Kombi," ujar Hendrik Rundengan kepada Tribunmanado.co.id, Rabu (23/01/2019).

Baca: Skill Uranus di Mobile Legends Kini Makin Sakti, Lihat Videonya Dibawah

Selain itu, BKSDA rupanya kekurangan sumber daya manusia, terutama untuk polisi hutan.

Ada 13 kawasan yang dikelola, sedangkan jumlah polisi hutan konvensional hanya sembilan orang.

"Tugas polhut harus mengawasi kawasan dan peredaran satwa di luar kawasan," ujarnya.

Baca: Liga Italia - Link Live Streaming Parma vs SPAL, Minggu 27 Januari 2019, Pukul 22.00 Wita

Sebelumnya, buaya bernama Merry pemangsa wanita di Tombariri yang dievakuasi BKSDA Sulut ke Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki ditemukan mati pada Minggu (20/01/2019) pagi.

Berdasarkan hasil temuan dari dokter hewan, sebelum dilakukan nekropsi menyatakan bahwa dugaan kematian buaya Merry adalah faktor dari awal rescue di Tombariri dan dibawa ke TWA Batu Putih (Daops Manggala Agni).

Merry sudah mengalami drop dan dugaan sementara adalah mengalami heatstrock, selain itu ditemukan akumulasi gas yang sangat banyak di organ lambung.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG - Live Streaming RCTI Persija Jakarta Vs 757 Kepri Jaya Piala Indonesia 2019!

Halaman
1234
Penulis: Finneke Wolajan
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved