Terungkap, Anggota Polri di Samsat Kotamobagu Bikin STNK Palsu

Gito bertemu terdakwa Hamdan, petugas kepolisian yang bertugas di Samsat Kotamobagu, untuk membuatkan STNK palsu, dengan memberikan uang Rp 3 juta.

Terungkap, Anggota Polri di Samsat Kotamobagu Bikin STNK Palsu
Tribun Manado
Terdakwa Abdul Hamdan Nuna menjalani sidang perdana kasus penggelapan mobil di Pengadilan Negeri Manado, Selasa (21/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pengadilan Negeri Manado mulai menyidangkan kasus penggelapan mobil yang melibatkan sejumlah terdakwa, termasuk oknum anggota Polri, Selasa (22/1/2019).

Dalam sidang perdana yang dipimpin Hakim Denny Tulangow tersebut Jaksa Penuntut Umum menghadirkan Abdul Hamdan Nuna sebagai terdakwa.

Adapun para terdakwa lainnya, yakni Gito Mokoagow dan Heldy Richard Yarben Kaloh.

Baca: Sidang Penggelapan Mobil yang Libatkan Anggota Polisi, Willem Pinjamkan Fortuner Rp 2 Juta per Hari

Disebutkan, kasus ini berawal ketika Heldy Kaloh membeli dari Mama Yogi (masih dalam pencarian) di Kotamobagu sebuah kendaraan roda empat merek Daihatsu Grand Max model pick up tahun 2016 warna hitam dengan nomor rangka MHKP3CAJGK111720, nomor mesin 3SZDFU8947 dan nomor Polisi DB 8289 NA dengan pemilik atas nama Rini Sugiarto, dengan harga Rp 28 juta.

Kendaraan tersebut awalnya diperoleh dari Rini Sugiarto (masih dalam pencarian) secara kredit melalui PT Adira Finance Manado, namun menunggak sampai saat ini.

Saat Heldy Kaloh membeli kendaraan tersebut, mobil itu masih kredit dan hanya memiliki STNK (Surat Tanda Nomor kendaraan) dan tidak memiliki BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor) karena kendaraan masih mengangsur dan sudah mengalami tunggakan.

Baca: Hamdan Ngaku Bikin STNK Tak Sesuai Prosedur, Sidang Penggelapan Mobil dan Pemalsuan STNK

Heldy lalu berniat mengubah nomor polisi beserta STNK kendaraan tersebut dengan STNK yang berisikan data yang palsu dengan maksud untuk menghindari kolektor finance.

Dia pun menyuruh Gito Mokoagow dengan memberikan uang sebesar Rp 4 juta.

Gito lalu bertemu dengan terdakwa Hamdan, petugas kepolisian yang bertugas di Samsat Kotamobagu sebagai Baur STNK, untuk membuatkan STNK yang berisikan data yang palsu dengan memberikan uang sebesar Rp 3 juta.

Halaman
12
Penulis: Finneke Wolajan
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved