Gara-gara Buah Mangga, Adik Pukul Kakak Kandung

Pada saat Rizali dan istrinya mengambil buah mangga tiba–tiba, H Sinto lewat untuk mengambil kayu bakar yang ada disekitaran situ.

Berebut Mangga 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang adik tega memukul kakak kandung hingga akhirnya berujung ke proses hukum.

Merasa tidak terima, H Sinto melaporkan Jumansyah, adiknya sendiri ke Kepolisian Sektor (Polsek) Kusan Hilir.

Karena korban menolak dilakukan mediasi, tetap meminta dugaan penganiayaan dilakukan adiknya diproses sesuai hukum.

Diperoleh informasi, dugaan pemukulan berawal ketika Jumansyah datang ke rumah Siti Mariati, yang masih saudara kandung dengan Jumansyah serta H Sinto (korban).

Sebelum ke rumah Siti, pelaku Jumansyah lebih dulu menelepon untuk memberi tahu Siti, kalau ia (Jumansyah) ingin ke rumah Siti yang berada di jalan Muara Pagatan, Rt 01, Desa Muara Pagatan Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu pada 4 Januari 2019 lalu.

 

Baca: Pasutri Meninggal Kecelakaan di Kairagi, Korban Sempat Singgung Rumah Kontrakan & Titipkan Anaknya!

Baca: Polisi Periksa Aldira Chena 4 Jam Lebih Sebagai Saksi Kasus Prostitusi Online

Baca: Pedangdut Ayu Ting Ting Dengan Kehidupan Mewah Serta Penghargaanya, Berikut Penjelasannya

Baca: Harga Ikan Pasokan Dari Nuangan Rp 40 Ribu Per Ekor

Niat kedatangan Jumansyah ingin mencari buah mangga.

Saat itu Jumansyah datang bersama istri dan anaknya.

Selain Jumansyah, ia juga ditemani oleh istri dan anak M Rizali yang tidak lain adalah ipar dari Jumansyah.

Saat tiba, Jumansyah dan M Rizali pun dijamu dengan baik oleh Siti sambil makan buah mangga di teras dapur belakang.

Tidak berselang lama usai menyantap buah manggar, Jumansyah dan M Rizali beranjak pulang.

Namun sebelumnya oleh Siti, menawarkan Jumansyah memetik buah mangga di pohon yang berada di belakang rumah yang di kelilingi pagar.

Baca: Hasil Liga Italia & Cuplikan Gol Juventus vs Chievo dengan Skor Akhir 3-0, Ronaldo Gagal Penalti!

Pada saat Rizali dan istrinya mengambil buah mangga tiba–tiba, H Sinto lewat untuk mengambil kayu bakar yang ada disekitaran situ.

Setelah mengambil kayu bakar kemudian H Sinto mampir dan menegur saudara M Rizali yang mengambil buah mangga, sambil Sinto berjalan masuk ke dalam pagar menuju ke arah M Rizali.

Dari teguran Sinto, kemudian terbesit ucapan dari istri M Rizali. 
Dengan ucapan 'Sarik (Marah) haji'.

Spontan, ucapan juga terlontar dari mulut istri Jumansyah yang masih ipar dari Sinto.

Dengan ucapan "Jangankan segitu, 500 ribu bisa ku beli,".

Ucapan itu, membuat Sinto merasa tersinggung sembari berkata 
"Turunkan aja semua mangga itu, biar tidak ada buat anak–anak belanja.”

Baca: Hasil Liga Italia & Cuplikan Gol Juventus vs Chievo dengan Skor Akhir 3-0, Ronaldo Gagal Penalti!

Bermuara dari kesalahpahaman itu, kemudian terdengar Jumansyah yang kemudian masuk ke dalam pagar dan mendekati Sinto, kakak kandungnya.

Terjadi cekcok mulut antara keduanya.

Melihat adu mulut itu, Muhtar mendekati Jumansyah dan berusaha menenangkan sambil menggiringnya keluar pagar.

Diikuti M Rizali dan istrinya serta Sinto yang mengikuti dari belakang menuju tempat dimana Jumansyah berada.

Cekcok mulut pun kembali terjadi di depan rumah adik mereka (Siti). 
Keributan pun tidak terkendali hingga berujung pemukulan oleh Jumansyah terhadap Sinto yang mengalami memar di bawah mata.

Hingga membuat Siti lemas dan terjatuh ke tanah, melihat keributan itu.

Untungnya ditolong warga yang mengetahui kejadian tersebut.

Dikutip dari penyataan anggota Polsek Kusan Hilir yang kini menangani, Sinto mengatakan tanah yang ditumbuhi pohon mangga tersebut merupakan kepemilikan dari anaknya.

Bukan tanah milik Siti.

"Memang antara saya dengan Jumansyah sudah tidak pernah bertegur sapa selama kurang lebih 7 tahun diakibatkan masalah keluarga," jelas Kapolsek Kusan Hilir Iptu Moersani menirukan ucapan Sinto.

Tambah Moorsani, pengakuan Jumansyah, dari persoalan keluarga itu, istri Jumansyah dan istri Sinto juga tidak pernah bertegur sapa selama 16 tahun.

Masih menurut Moersani, Kapolsek Kusan Hilir melalui Kanit Reskrim Polsek Kusan Hilir Bripka Zulhan, membenarkan kejadian tersebut bukan hanya dipicu dari persoalan buah mangga.

Sebelumnya sudah ada permasalahan keluarga yang sangat lama antara korban dan tersangka, sehingga kejengkelan terlampiaskan setelah persoalan buah mangga.

Akibat penganiayaan, berdasar hasil visum korban luka memar diameter kurang lebih 1 sentimeter di samping hidung sebelah kiri, di bawah mata kiri tampak bengkak dan nyeri hidung sebelah kiri.

Dada sebelah kanan atas tampak memar panjang kurang lebih 1 sentimeter.

"Bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat serta seluruh keluarga besar dari kedua belah pihak sudah berusaha menengahi dan melakukan mediasi, tetapi korban tetap bersikukuh untuk melanjutkan perkara tersebut. Tersangka sudah dilakukan penahanan di rutan Polsek Kusan hilir," tandas Moersani.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Editor: Indry Panigoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved