Bupati ROR: Tolong Melapor jika Pelihara Buaya

Pemkab Minahasa menyoroti sejumlah kasus, di antaranya keracunan mi di Langowan dan buaya memangsa warga di Tombariri.

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: maximus conterius
Istimewa
Bupati Minahasa Royke Roring dan Wakil Bupati Robby Dondokambey 

Laporan Wartawan Tribun Manado Andreas Ruauw

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Sejumlah persoalan yang terjadi di masyarakat akhir-akhir ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Mengawali pemerintahan di awal tahun 2019, Bupati Royke Roring dan Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey telah menyusun berbagai program untuk mengatasi persoalan dalam masyarakat.

Sejumlah persoalan yang menjadi sorotan di antaranya kasus demam berdarah, persoalan keracuman mi di Langowan, serta kasus buaya memangsa warga di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri.

Untuk penanggulangan demam berdarah dengue (DBD), pemkab menginstruksikan agar dilakukan fogging/pengasapan di wilayah terdampak.

Baca: Karena Hal yang Mengkhawatirkan Ini Bupati ROR Minta Waspadai Pekuburan

Baca: Pemkab Minahasa Instruksikan Seluruh Perangkat Daerah Antisipasi DBD

Selanjutnya, kerja bakti massal di seluruh wilayah Minahasa yang sudah dilakukan pada Jumat, 11 Januari 2019.

Pemkab juga menginstruksikan agar dibentuk posko penanganan DBD di tiap kecamatan.

Untuk langkah ke depan, pemerintahan Roring-Dondokambey juga berencana penambahan alat fogging, menggelar Gerakan Jumat bersih setiap minggu, serta menginstruksikan instansi terkait beserta para camat mengunjungi warga yang dirawat sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan.

Hal berikut yang disorot adalah soal korupsi. Pemkab ingin mengefektifkan zona bebas korupsi di Minahasa bekerja sama dengan TP4D Kejari Minahasa.

Baca: 7 Fakta Baru Warga Keracunan Mi Basah di Langowan, Jumlah Korban hingga Penjual Jadi Tahanan Rumah

Baca: Kabar Terbaru Kasus Buaya Makan Manusia di Minahasa: Soal Hasil Autopsi hingga Polisi Buru WN Jepang

Kasus keracunan massal akibat konsumsi mi di Langowan tak lepas dari perhatian Bupati ROR.

Bupati menginstruksikan agar mengantisipasi masalah makanan yang tidak hiegenis melalui pemantaun tim terpadu di tempat-tempat penjualan makanan olahan.

Persoalan penataan kebersihan dan ketertiban di beberapa Pasar se-Kabupaten Minahasa antara lain di Pasar Tondano dan Pasar Lama Langowan juga harus diwujudkan.

Pemkab juga akan mencarikan solusi terhadap berbagai permasalahan kepesertaan Jamkesda bersama kepala BPJS dan jajaran.

BERITA POPULER:

Baca: Novel Kalengkongan Warga Warukapas Minut Meninggal Dunia Sehari Setelah Ditikam Bocah 12 Tahun

Baca: BREAKING NEWS: Buaya Pemakan Manusia di Minahasa Mendadak Tewas, Begini Kata BKSDA Sulut

Baca: Pengakuan Siswi SMK Penganiaya Siswi SMP di Tondano:  Dia yang Merebut Pacar Saya

Bupati juga memberikan dukungan bagi Polres Minahasa dalam menciptakan tertib berlalu lintas yang dimulai di Kota Tondano dan akan dilanjutkan di seluruh kecamatan secara terpadu bersama unsur pemerintah kecamatan, polsek dan koramil.

Terkait kasus buaya di Tombariri, Pemkab Minahasa mengimbau warga Minahasa yang memelihara binatang buas, termasuk buaya, untuk segera dilaporkan kepada Balai Penangkaran.

Terakhir, Pemkab Minahasa merekomendasikan produk lokal khas di Minahasa untuk disertifikasi sebagai produk Minahasa di antaranya ikan nike dan payangka. (*)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved