Bupati Evangelian dan Masyarakat Jalan Kaki Keliling Tagulandang

Bupati Sitaro mengatakan, gelaran adat Maliku Wanua tak sekadar gelaran budaya melainkan sudah dikembangkan menjadi sebuah agenda untuk Sitaro.

Bupati Evangelian dan Masyarakat Jalan Kaki Keliling Tagulandang
ISTIMEWA
Bupati Evangelian Sasingen dan Wakil Bupati John Palandung mengangkat bendera start dimulainya jalan kaki keliling kampung di Tagulandang dalam tradisi Maliku Wanua, Sabtu (19/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Bupati Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen dan Wakil Bupati John Palandung tampak bersemangat menyusuri jalan di Kecamatan Tagulandang, Minggu (20/1/2019).

Bukan tanpa alasan, mereka berkeliling kampung dalam rangka gelaran adat Maliku Wanua di Tagulandang.

Selain mereka berdua, tampak juga Ketua DPRD Sitaro John Janis dan jajaran, para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Polsek Tagulandang, jajaran Pemkab Sitaro, dan masyarakat.

Jalan keliling kampung di Tagulandang tersebut dilepas di depan kantor Camat Tagulandang oleh Bupati Sasingen yang juga ikut jalan bersama.

Bupati Evangelian Sasingen dan Wakil Bupati John Palandung ikut jalan keliling kampung di Tagulandang dalam tradisi Maliku Wanua, Sabtu (19/1/2019).
Bupati Evangelian Sasingen dan Wakil Bupati John Palandung ikut jalan keliling kampung di Tagulandang dalam tradisi Maliku Wanua, Minggu (20/1/2019). (ISTIMEWA)
Bupati Sitaro Evangelian Sasingen menyampaikan sambutan pada tradisi Maliku Wanua di Tagulandang, Minggu (20/1/2019).
Bupati Sitaro Evangelian Sasingen menyampaikan sambutan pada tradisi Maliku Wanua di Tagulandang, Minggu (20/1/2019). (ISTIMEWA)

Baca: Tagulandang Bakal Gelar Tradisi Maliku

Baca: Lomba Motor Lambat di Tagulandang, Pemenang Dapat Hadiah SIM C Plus Uang

Kompak, mereka berjalan mengenakan kaus berwarna merah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sitaro mengatakan, gelaran adat Maliku Wanua tak sekadar gelaran budaya melainkan sudah dikembangkan menjadi sebuah agenda untuk Sitaro.

"Kalau dulu mungkin orang tua-tua kita berjalan untuk silaturahmi mengunjungi sanak saudara yang jauh satu kali setahun, tapi sekarang supaya kita lebih sehat," jelasnya.

Ia mengatakan, ini juga sebagai ucapan syukur boleh diizinkan untuk memasuki tahun yang baru 2019.

Warga Tagulandang, Sitaro, turut meramaikan acara Maliku Wanua, Minggu (20/1/2019).
Warga Tagulandang, Sitaro, turut meramaikan acara Maliku Wanua, Minggu (20/1/2019). (ISTIMEWA)

BERITA POPULER:

Baca: Penyebar Hoax Ijazah Presiden Jokowi Akhirnya Ditangkap Polri, Ini Identitasnya

Baca: Pembunuhan Ayah Tiri di Kairagi, Pelaku Sempat Lari ke Bitung hingga Ditangkap di Kuburan

Baca: Istri Ustadz Maulana Meninggal Dunia, Ini Penyebab sang Istri Meninggal

"Saat orang tua dulu berjalan karena jalan belum bagus, tapi sekarang jalan sudah bagus, kita harus jalan kaki supaya mengusir lemak selama Natal dan Tahun Baru," jelasnya.

Ia menjelaskan, kebiasaan orang tua tersebut harus dibudayakan sebagai satu budaya.

"Kita kembangkan sebagai ajang, selain kunjungan keluarga dan olahraga, sekarang supaya sehat, dan masyarakat damai dan sehat sejahtera," jelas dia. (*)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved