Ketika Taman Berkat Manado yang Berubah Jadi 'Taman Baliho' Caleg dan Capres

Godbless Park atau Taman Berkat di Jalan Pierre Tendean (Boulevard) Manado digadang-gadang menjadi landmark atau salah satu ikon kota Tinutuan

Ketika Taman Berkat Manado yang Berubah Jadi 'Taman Baliho' Caleg dan Capres
Tribun Manado/fernando Lumowa
Pemandangan Taman Berkat di Jalan Pierre Tendean Manado jadi media kampanye 

Ketika Taman Berkat Manado yang Berubah Jadi 'Taman Baliho' Caleg dan Capres

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Godbless Park atau Taman Berkat di Jalan Pierre Tendean (Boulevard) Manado digadang-gadang menjadi landmark atau salah satu ikon kota Tinutuan.

Sayang, impian itu bak pepatah 'jauh panggang dari api'. Harapan yang belum terwujud. Sudah kondisinya yang tak terawat, malahan, Taman Berkat kini berubah fungsinya.

Dari seharusnya area ruang publik, kini jadi media subur bagi para kontestan lokal dan nasional yang berkompetisi di Pemilu 2019 pada 17 April nanti.

Pantauan Tribunmanado.co.id, Sabtu (19/1/2019), sedikitnya ada sembilan baliho terpasang di depan Taman Berkat.

Ukurannya bervariasi. Ada yang memanjang horizontal berukuran sekitar 4x1 meter, ada pula yang vertikal berukuran 2x3 meter.

Baliho-baliho itu bergambar calon legislatif dan calon senator asal Sulut. 
Dua baliho vertikal di sisi kiri pintu masuk, bergambar caleg DPRD Kota Manado dan DPRD Sulut.

Tiga baliho lainnya, bergambar wajah calon anggota DPD RI daerah pemilihan Sulut. Lengkap dengan nomor dan slogan kampanye masing-masing.

Baca: Empat Disdukcapil Jemput Bola Warganya Di Lapas Tuminting

Tak hanya itu, baliho bergambar pasangan capres dan cawapres pun terpasang di situ. Dua baliho bergambar Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Ini terpasang agak berjauhan.

Kondisi ini merusak pemadangan Taman Berkat. Mereka yang lewat atau hendak datang ke sana 'terganggu' dengan materi kampanye itu.

Keberadaan baliho-baliho ini menghalangi pandangan ke arah Taman. Patung tangan berdoa yang jadi ikon Taman Berkat, samar-samar terlihat dari sisi jalan.

Baca: Ketua DPRD Sulut Sebut Komunikasi Penting Wujudkan Pemilu Aman Damai

Hal ini menuai kekecewaan warga. Samuel Mulyono, warga Bahu Lingkungan III menilai, Taman Berkat terlantar.

"Rumput liar tumbuh di mana-mana dan kini jadi tempat baliho Pemilu," katanya.

Samuel berharap Pemerintah Kota Manado turun tangan mengatasi hal tersebut. Ia rindu Taman Berkat dikembalikan fungsinya sebagai ruang publik. "Sayang jika tak terawat, akan rusak percuma," kata pensiunan Polri itu.(ndo)

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved