BBM Ramah Lingkungan

Kurangi Polusi Lingkungan, Pertamina Kembangkan Bahan Bakar Berbasis Sawit

Menteri ESDM, Ignasius Jonan mengatakan, penggunaan BBM yang ramah lingkungan akan berdampak pada kesehatan masyarakat dalam 25 tahun ke depan

Kurangi Polusi Lingkungan, Pertamina Kembangkan Bahan Bakar Berbasis Sawit
Tribunwow
Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) saat menunjukkan Bahan Bakar Minyak (BBM) , Kamis (5/1/2017) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan, penggunaan bahan bakar (BBM) yang ramah lingkungan akan berdampak pada kesehatan masyarakat dalam 25 tahun ke depan.

“Pertumbuhan ekonomi bangsa saat ini 5 persen per tahun. Jika tidak dibuat BBM ramah lingkungan polusinya akan sangat buruk dan harapan hidup makin menurun,” kata Ignasius Jonan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/1/2019).

Saat ini PT Pertamina mengembangkan BBM ramah lingkungan yang 100 persen menggunakan bahan baku renewable energy.

 Baca: 7 Fakta Pernyataan Jokowi dan Prabowo dalam Debat Pilpres 2019, Salah Satunya Luas Jawa Tengah

Baca: Fabian Kaloh Pertanyakan Isu Ditariknya Guru ASN Swasta di Minut

 
Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati menyebut sedang mengembangkan BBM berbasis sawit. Pengembangan dilakukan selain blending FAME juga co-processing dan hydrorefining.

Baca: Melihat Bahasa Tubuh Pasangan Capres Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandi Saat Debat Semalam

Baca: Ahok Tulis Surat Jelang Kebebasannya, Meminta untuk Tidak Lagi Dipanggil dengan Nama Ini

Baca: Tidak Diberikan Uang Oleh Nenek, Lelaki Pengangguran ini Buat Keributan dengan Sajam

 

"Co-processing dan hydrorefining tersebut akan menghasilkan energi yang lebih bersih jika dibandingkan dengan FAME yang hari ini kita hasilkan. Opsi-opsi pengembangan energi bersih melalui proses hydrorefining tersebut merupakan sepenuhnya hasil karya anak bangsa hasil kerjasama dengan LAPI-ITB dengan nama katalisnya, katalis Merah-Putih," ujar Nicke.

Bahan bakar ramah lingkungan ini secara bertahap sedang dikerjakan di beberapa kilang Pertamina.

Diharapkan, sebelum 2023 sudah dapat diimplementasikan di empat kilang milik Pertamina yang memiliki Residual Fuel Catalytic Cracking (RFCC) yang pada saatnya nanti akan menghasilkan green diesel, green avtur dan green fuel.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pertamina Meriset Bahan Bakar 100 Persen Ramah Lingkungan,

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved