108 Rumah Masuk Air di Kelurahan Ternate Tanjung, Warga Gelar Kerja Bakti

Dua hari pasca peristiwa air pasang DAS Tondano, warga bersama aparat pemerintah melakukan kerja bakti bersih-bersih rumah dan lorong.

108 Rumah Masuk Air di Kelurahan Ternate Tanjung, Warga Gelar Kerja Bakti
TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
108 Rumah Masuk Air di Kelurahan Ternate Tanjung, Warga Gelar Kerja Bakti 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dua hari pasca peristiwa air pasang dari daerah aliran sungai (DAS) Tondano, menerjang ratusan rumah di Kelurahan Ternate Tanjung lingkungan satu, dua, dan lingkungan tiga, Manado, Sulawesi Utara, warga bersama aparat pemerintah melakukan kerja bakti bersih-bersih rumah dan lorong dari material lumpur atau becek.

"Kerja bakti ini sudah diselenggarakan masyarakat yang terkena banjir dan pemerintah setempat sejak beberapa hari kemarin, hingga hari ini," kata Sartono Monoarfa, Kepala Seksi Pemerintahan dan Trantib, kepada TribunManado.co.id, Jumat (18/01/2019).‎

Bapak Tono, sapaannya menjelaskan, di Kelurahan Ternate Tanjung tercatat ada tiga lingkungan yang kemasukan air luapan dari aliran sungai Tondano.

"Total‎ 108 unit rumah di lingkungan satu, dua, dan lingkunga tiga. 157 kepala keluarga dan 540 jiwa,"‎ tambahnya.

Kerja bakti yang dilakukan menyasar becek atau lumpur dan sampah kiriman lainnya di bagian halaman rumah.

Baca: Warga Menunggu Penerimaan PPPK Di Boltim Robi, Belum Ada Juknis.

Baca: Prabowo Klaim Luas Wilayah Jawa Tengah Lebih Besar dari Malaysia, Faktanya Berbanding Terbalik!

Dua hari pasca peristiwa air pasang DAS Tondano, warga bersama aparat pemerintah melakukan kerja bakti bersih-bersih rumah dan lorong Kelurahan Ternate Tanjung, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (18/01/2019).
Dua hari pasca peristiwa air pasang DAS Tondano, warga bersama aparat pemerintah melakukan kerja bakti bersih-bersih rumah dan lorong Kelurahan Ternate Tanjung, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (18/01/2019). (TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE)

Pihaknya menambahkan, pada peristiwa kemarin tidak ada yang mengungsi ke tempat pengungsian, hanya ke rumah warga yang tak terdampak dan tidak ada korban jiwa, luka ataupun hilang.

"Situasi sudah normal. Paling banyak terdampak di lingkungan‎ tiga," tandasnya.‎

‎Tepat pada peristiwa bencana, ‎Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel meninjau sejumlah titik bencana tanah longsor dan banjir, di wilayah Kecamatan Singkil, Selasa (15/1/2019).‎

Baca: Disdukcapil Rekam Langsung Cetak KTP El Penghuni Rutan

Pada kesempatan itu mantan kapolres Minsel ini tak segan turun ke genangan air yang merendam rumah warga dan naik ribuan anak tangga‎ ke lokasi pemukiman warga terkena longsor.

"Kami imbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk menghindar dulu dan di wilayah banjir supaya diungsikan, mengingat situasi setempat meski tak hujan tapi di daerah Tondano hujan itu harus diantisipasi air DAS Tondano akan naik," kata Bawensel kepada TribunManado.co.id.

Baca: Apakah Jawa Tengah Lebih Luas dari Malaysia Sesuai Penjelasan Prabowo? Ini Faktanya

Baca: Sulut Ditunjuk TKN Selenggarakan Nobar Debat

Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel saat meninjau banjir di Kelurahan Ternate Tanjung, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (15/01/2019).
Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel saat meninjau banjir di Kelurahan Ternate Tanjung, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (15/01/2019). (TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE)

Menyikapi kondisi bencana yang menerjang sejumlah daerah di Kota Manado pihaknya juga berkoordinasi dengan TNI, aparat kelurahan, kecamatan dan lainnya.

Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved