Soal Amien Rais yang Sebut Jokowi Bisa Diadili karena Diamkan Korupsi, Boni Hargens Bilang Begini!

Boni Hargens meminta Amien Rais membeberkan bukti-bukti tuduhan itu, dan menyerahkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Soal Amien Rais yang Sebut Jokowi Bisa Diadili karena Diamkan Korupsi, Boni Hargens Bilang Begini!
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Boni Hargens dalam diskusi 'telaah gerakan #2019gantipresiden dari perspektif ancaman negara' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (08/09/2018). 

Soal Amien Rais yang Sebut Jokowi Bisa Diadili karena Diamkan Korupsi, Boni Hargens Bilang Begini!

"Tunjukin bukti-bukti, bawa ke KPK, jadi jangan berhalusinasi, jadi sebutin siapa aja. Kalau terus berhalusinasi, saya yakin Pak Amien jangan-jangan mengalami risiko penuaan, jadi harus kunjungi dokter saja atau psikolog,"

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens

TRIBUNMANADO.CO.ID - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens meminta Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tak 'menyanyi' di media, terkait tuduhan pembiaran korupsi yang dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Boni Hargens meminta Amien Rais membeberkan bukti-bukti tuduhan itu, dan menyerahkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca: Sandiaga Uno Bakal Bawa Nissa Sabyan Berkampanye, Sudjiwo Tedjo Malah Telah Tahu Lebih Dulu

"Kalau Pak Jokowi ada terbukti ada masalah, tunjukkan kepada publik, dan lapor ke KPK, enggak usah nyanyi di media," kata Boni Hargens saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).

Boni Hargens bahkan menduga Amien Rais sedang berhalusinasi.

Boni Hargens juga menyebut Amien Rais tengah mengalami risiko penuaan, sehingga sering berucap tanpa menunjukkan bukti-bukti.

Baca: Lapor Polisi Lantaran Rumah Dirampok & Istri Diperkosa, Kaget Saat Tahu Kenyataan Sebenarnya

"Tunjukin bukti-bukti, bawa ke KPK, jadi jangan berhalusinasi, jadi sebutin siapa aja. Kalau terus berhalusinasi, saya yakin Pak Amien jangan-jangan mengalami risiko penuaan, jadi harus kunjungi dokter saja atau psikolog," tutur Boni Hargens.

Boni Hargens lantas menyinggung kasus dugaan korupsi alat kesehatan yang pernah menyeret nama Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu.

Halaman
1234
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved