APPI: Perusahaan Pembiayaan Tak Sehat Harus Dibersihkan

Kehadiran multifinance yang bermasalah dinilai berdampak kepada kepercayaan perbankan untuk memberikan pendanaan.

APPI: Perusahaan Pembiayaan Tak Sehat Harus Dibersihkan
Tribunnews.com
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) babat habis perusahaan pembiayaan yang tidak patuh dengan peraturan. Regulator mencatat, sepanjang tahun 2018, telah mencabut izin usaha delapan multifinance.

Sebagian besar sanksi pembekuan dan pencabutan izin dilakukan karena multifinance tersebut tidak menjalankan proses dan sistem bisnis yang tepat.

Terkait hal ini, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Soewandi Wiratno menyebut, tindakan OJK membersihkan perusahaan multifinance yang bermasalah merupakan sebuah keharusan.

Kehadiran multifinance yang bermasalah dinilai berdampak kepada kepercayaan perbankan untuk memberikan pendanaan.

Maklumlah, mayoritas pendanaan masih mengandalkan dari perbankan. Kata Suwandi, sejak beberapa tahun lalu, multifinance merasa kesulitan mendapatkan pendanaan dari bank.

Tapi pembekuan dan pencabutan izin sejumlah perusahaan tersebut diyakini tidak mempengaruhi pembiayaan dan jumlah aset industri multifinance secara keseluruhan.

"Karena perusahaan yang dicabut dan dibekukan izin usahanya, merupakan perusahaan yang tidak mempunyai modal mencukupi, kegiatan usahanya sudah non aktif dan jumlah pengurusnya pun sedikit,” kata Suwandi seperti dilansir Kontan. (*)

Editor: Charles Komaling
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved