Terancam Hukuman Mati di Malaysia, TKI Asal Siantar Ini Minta Dibawakan Foto Anaknya

Pihak KJRI sudah mengutus pembela yang mendampingi Jonathan pada sidang perdana 31 Desember 2018 lalu.

Terancam Hukuman Mati di Malaysia, TKI Asal Siantar Ini Minta Dibawakan Foto Anaknya
Istimewa
Jonathan Sihotang digiring aparat keamanan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Asnawati boru Sijabat (34), istri dari Jonathan Sihotang (31), terdakwa hukuman mati di Pengadilan Penang di Malaysia, akhirnya bertemu dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Pematangsiantar, Sumatera Utara, yang sedang terancam hukuman mati itu.

Asnawati kepada KOMPAS.com, Rabu (16/1/2019) pagi sekitar pukul 06.50 WIB menuturkan, dia dan suaminya, Jonathan bertemu di penjara Reman, Penang, Malaysia pada Sabtu (14/1/2019).

Baca: Terkait Pidato Kebangsaan, Prabowo-Sandi Justru Dilaporkan ke Bawaslu

Sebelum bertemu, dia diminta ke Konsulat Jenderal RI (KJRI) terlebih dulu. Di sana, dia menemui pihak konsulat yang secara khusus menangani dan akan membela kasus Jonathan selama persidangan.

Baca: Update Buaya Makan Manusia di Minahasa - Polda Sulut Bicara Tersangka, WN Jepang Lari ke Ternate

Baca: Polisi Kejar Mr Ochiai, Pemilik Buaya Pemangsa Deysi Tuwo ke Ternate

 
Pihak KJRI sudah mengutus pembela yang mendampingi Jonathan pada sidang perdana 31 Desember 2018 lalu.

Menurut Asnawati, di KJRI dia bertemu dengan bagian-bagian yang membantu menangani kasus suaminya. Pihak KJRI menginginkan ada kerja sama antara mereka dengan suami untuk bisa lebih bisa fokus dan tahu kronologisnya.

Baca: PN Tanggerang Vonis Mati Terfakwa Yang Bawa 103 Kilogram Ganja

"Mereka yang membantu kasus suami saya ini, merasa belum jelas kronologis terjadinya peristiwa itu," terang Asnawati.

Baca: Ternyata Buaya Pemangsa Deasy Tuwo Berjenis Kelamin Jantan, Umurnya Diperkirakan 20 Tahun

Setelah pihak KJRI menjelaskan upaya-upaya yang akan mereka lakukan untuk memperjuangkan pembelaan terhadap suaminya, barulah Asnawati sadar dan yakin bahwa pemerintah benar-benar memperjuangkan pembelaan buat suaminya.

"Mereka itu pun berharap agar saya bisa menguatkan suami bahwasanya suami tidak sendiri dan harus bisa tegar," kata Asnawati.

Baca: Buaya Makan Orang di Minahasa - Netizen Sulut Duga Deasy Korban Pembunuhan: Ada yang Janggal!

Setelah dari KJRI, Asnawati didampingi salah seorang kakak iparnya, mendatangi penjara Reman di Penang. Di sana dia dipertemukan dengan suaminya, Jonathan.

Hanya saja, dia dan Jonathan tak bisa bertemu langsung. Mereka dibatasi oleh cermin dan jerjak. Komunikasi bisa dilakukan melalui saluran telepon umum yang ada di dalam penjara.

Halaman
1234
Editor: Nielton Durado
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved