Mukjizat, Olvin Selamat dari Longsor di Manado: Begini Ceritanya

Sulawesi Utara waspada banjir dan longsor! Sebanyak 30-an rumah di 17 kelurahan Kota Manado rusak

Mukjizat, Olvin Selamat dari Longsor di Manado: Begini Ceritanya
Tribun Manado
Kondisi lahan rumah warga di Teling Atas yang terkikis setelah hujan mengguyur, Selasa (15/1/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Sulawesi Utara waspada banjir dan longsor! Sebanyak 30-an rumah di 17 kelurahan Kota Manado rusak usai diterjang longsor dan banjir, Selasa (15/1/2019). Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengimbau kepada bupati dan wali kota meningkatkan kewaspadaan.

Seperti yang terjadi di Lingkungan V, kelurahan Teling Atas. Longsor membuat rumah Olvin Wowor seakan tergantung. Seperempat tanah di bawah rumah itu ambles menimpa rumah milik Keluarga Sumual-Pesik di bagian bawah.

Kejadian longsor itu disaksikan langsung oleh Olvin. Ia trauma. "Kala itu saya mau jemput cucu, tiba-tiba terlihat pohon pisang seperti jalan sendiri, lalu terdengar suara keras, saya berteriak," kata dia.
Mengira rumahnya yang ada di bibir tebing bakal ikut runtuh, ia pun lari. Kakinya kesakitan.

"Saya kira sudah akan mati," kata dia. Menurut dia, yang ambruk adalah tanggul. Tanggul itu sudah berusia 30 tahun. "Sudah ada di sini sejak 30 tahun lalu. Di atas tanggul itu ada tanaman pisang," kata dia.
Pascaperistiwa itu, beberapa tetangga memeluk Olvin. Mereka menghiburnya. "Mereka katakan
mukjizat saya bisa selamat, " kata dia.

Olvin mengaku akan mengungsi dulu ke rumah saudara. Ia masih takut tinggal di rumah itu. "Lantainya seperti bergoyang-goyang," kata dia.
Malang dialami Else Pesik. Rumah miliknya porak poranda akibat ditimpa longsoran yang jatuh dari tanah pada rumah keluarga Wowor di bagian atas.

Sialnya lagi rumah anak Else yang terpisah beberapa puluh meter juga rusak parah akibat longsoran batu.
Devi, sang cucu menuturkan, saat kejadian tak ada orang di rumah Else. "Oma baru keluar rumah sakit dan menginap di rumah salah satu tante saya di (bilangan jalan) Ring Road," kata dia.

Sementara di rumahnya, keluarga beruntung sedang berada di luar rumah. Batu dan pasir menghantam sisi kanan rumah. Devi mengaku mengalami kerugian besar akibat peristiwa itu. "Namun syukur kita masih selamat, " kata dia. Dikatakan Devi, keadaan rumahnya masih gawat.

Longsor bisa sewaktu waktu terjadi karena tanah di atas masih basah. "Kami mengungsi dulu," kata dia.
Wagub Kandouw meminta kepada masyarakat dan stakeholders (kepala daerah) untuk tetap waspada jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Wagub Sulut Steven Kandouw
Wagub Sulut Steven Kandouw (Tribun manado / Ryo Noor)

"Kami mengimbau agar masyarakat mewaspadai hujan sedang hingga lebat dan angin kencang disertai petir yang sedang melanda daerah Sulut," katanya kepada tribunmanado.co.id, Selasa kemarin.
Steven mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor agar berhati-hati jika terjadi bencana.

"Sebelum terjadi bencana segeralah mengungsi ke daerah yang lebih aman sehingga ketika terjadi bencana alam seperti banjir dan longsor warga sudah berada di lokasi yang aman," kata mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut ini.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved