Harga Tiket Penerbangan Tidak Melanggar Regulasi: Ini Imbau YLKI ke Maskapai

Penaikan tarif tiket penerbangan domestik yang baru-baru ini dilakukan maskapai penerbangan low cost carrier.

Harga Tiket Penerbangan Tidak Melanggar Regulasi: Ini Imbau YLKI ke Maskapai
Internet
Ilustrasi Tiket Pesawat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Penaikan tarif tiket penerbangan domestik yang baru-baru ini dilakukan maskapai penerbangan low cost carrier (LCC) dipastikan tidak melanggar aturan lantaran tidak melampaui batas atas yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan.

Regulasi tarif ini termaktub dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Pengenaan tarif bagasi yang baru-baru ini diterapkan maskapai penerbangan, ternyata bukan faktor tunggal yang mendongkrak harga tiket seperti yang ramai diperbincangkan warganet di media sosial.

Terkait hal tersebut Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menyatakan dalam menetapkan harga tiket, maskapai penerbangan menyesuaikannya dengan berbagai komponen biaya operasional. Dua komponen yang sangat dominan mempengaruhi harga adalah biaya pembelian avtur dan fluktuasi mata uang dollar Amerika Serikat.

Hal tersebut disampaikan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Ketua Umum INACA dalam diskusi "Apakah Harga Tiket Saat Ini Masih Wajar?" yang digelar oleh Masyarakat Pecinta Aviasi di Restoran Penang Bistro, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa(15/1).

 Ari, sapaan akrab bos PT Garuda Indonesia Tbk tersebut menyatakan pembelian avtur memberi kontribusi tertinggi berkisar 40-50% dari jumlah total biaya operasional bisnis penerbangan.

Komponen biaya lainnya adalah biaya sewa pesawat (leasing) sebesar 20% dan biaya operasional terkait fasilitas terminal atau airport sekitar 2-10%. Semua komponen tersebut dibayarkan maskapai penerbangan dalam mata uang dollar yang saat ini mendominasi rupiah.

“Yang pasti dari tahun 2016, maskapai penerbangan nasional dan semua insan yang terlibat di dalamnya tidak ada yang melanggar regulasi tarif batas dari regulator,” ujar Ari.

Lonjakan berbagai komponen biaya operasional yang harus ditanggung maskapai penerbangan itu menyebabkan pada beberapa rute, harga tiket penerbangan internasional jadi lebih murah dibanding tiket domestik.

Di tengah kondisi yang serba sulit itu, maskapai nasional masih dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) sebesar 10% yang membuat margin keuntungan hanya tersisa 1-3%.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved