Buaya Terkam Manusia

Penjaga TKP Buaya Terkam Manusia Persiapkan Diri dengan Senapan Angin

Mante juga mengaku pasca peristiwa buaya memangsa manusia mereka berjaga sambil melengkapi diri dengan senjata angin.

Penjaga TKP Buaya Terkam Manusia Persiapkan Diri dengan Senapan Angin
TRIBUN MANADO/ANDREAS RUAUW
Mante Melengkapi Diri dengan Senapan Angin menjaga Buaya yang Telah Terkam Manusia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MINAHASA - Sekitar sembilan orang warga berjaga di laboratorium tempat pemeliharaan buaya berada yang berlokasi di Desa Ranowangko jaga tujuh, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sabtu (12/1/2019).

Menurut pengakuan salah satu penjaga yang akrab disapa Mante, dirinya bersama teman-temannya sengaja ditugaskan untuk menjaga gedung serta alat-alat laboratorium yang kini tidak berpenghuni.

Baca: Jenazah Deysi Terapung di Kolam Buaya: Nasran Bingung dengan Kejadian Itu

"Sudah semalam kami berjaga disini untuk memantau jika ada warga yang ingin melihat buaya kami cegat demi alasan keamanan, sekaligus menjaga alat-alat laboratorium yang ada di dalam gedung," katanya.

Buaya pemeliharaan yang menerkam Deasy Tuwo
Buaya pemeliharaan yang menerkam Deasy Tuwo (TRIBUNMANADO/FERDINAND RANTI)

Mante juga mengaku pasca peristiwa buaya memangsa manusia mereka berjaga sambil melengkapi diri dengan senjata angin.

Baca: 9 Fakta Kasus Buaya Terkam Deasy Tuwo di Ranowangko: Kronologi, Kondisi Jasad hingga Milik WN Jepang

"Sebenarnya kami tidak takut berjaga di sini. Tapi kami sudah siapkan senapan angin jika saja buayanya naik atau menjadi liar," ujar Mante kepada tribunmanado.co.id.

Walau sudah di police line masih ada juga warga yang penasaran ingin melihat buaya pemakan manusia tersebut untuk itu Mante dan teman-temannya ditugaskan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. (eas)

Penulis: Andreas Ruauw
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved