Breaking News:

Trump Marah, Demokrat Tetap Tolak Proyek Tembok Perbatasan

Partai Demokrat menilai kebijakan tembok akan berdampak pada masalah perbatasan dan menciptakan krisis kemanusian

Timesofisrael.com
Presiden AS Donald Trump 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Donald Trump, Presiden Amerika Serikat kesal lalu keluar dari rapat dan perundingan pendanaan tembok perbatasan.

Hal ini dilakukan karena para pimpinan Kongres dari Partai Demokrat tetap saja menolak untuk menyetujui proyek tembok anti imigran, Rabu (9/1/2019). "Saya bilang 'bye-bye', tidak ada yang berhasil," imbuhnya.

Terkait aksi walk out tersebut, Trump dinilai terlalu emosional "Lagi-lagi, kita melihat ledakan emosi karena dia tidak dapat keinginannya," ujar anggota kongres.

Trump dalam pertemuan itu meminta pemimpin Partai Demokrat menyetujui pendanaan proyek tembok perbatasan AS-Meksiko. Trump menyatakan, jika dikabulkan shutdown yang membuat sebagian layanan pemerintah federal akan dihentikan.

"Nancy mengangkat tangannya dan bilang, 'Tidak, tidak sama sekali'," kata senior Partai Republik di DPR Kevin McCarthy. Sementara itu, Wakil Presiden AS Mike Pence menilai pemimpin Partai Demokrat bahkan tidak mau bernegosiasi, padahal Trump datang dengan itikad baik.

Untuk diketahui, Trump bersikeras untuk meminta pendanaan bagi pembangunan tembok perbatasan senilai 5,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 80,4 triliun. Menurut dia, tembok perbatasan itu diperlukan untuk mencegah imigran ilegal yang dianggap berbahaya, pengedar narkoba, dan perdagangan manusia dari Meksiko.

Partai Demokrat menilai kebijakan tembok akan berdampak pada masalah perbatasan dan menciptakan krisis kemanusian bagi migran yang rentan dan tidak mengancam. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved