Berita Viral

9 Fakta Kasus Perkelahian Siswi SMP di Amurang: Video Viral, Pengeroyokan hingga Diamankan Polisi

Deretan Fakta Kasus Perkelahian Siswi SMP di Amurang: Video Viral, Pengeroyokan, Makian hingga Diamankan Polisi

9 Fakta Kasus Perkelahian Siswi SMP di Amurang: Video Viral, Pengeroyokan hingga Diamankan Polisi
Facebook
Kolase Perkelahian siswi SMP di Amurang 

Unggahan video dan foto tersebut sudah dibagikan ratusan kali oleh warganet.

Warganet umumnya mengecam aksi pengeroyokan tersebut.

Baca: Cap Tikus 1978 Resmi Diluncurkan di Minsel, Ini Penjelasan Makna Angka 1978

Baca: 5 Varian Cap Tikus Populer di Manado, Ada Bakar Manyala hingga Campuran Ular

Baca: Cap Tikus Campur Ular Kobra hingga Black Mamba: Dipercaya Tingkatkan Stamina hingga Obat Sakit Gigi

3. Dirawat di Rumah Sakit

Lokasi peristiwa perkelahian dan pengeroyokan tersebut diduga terjadi di Amurang, Minahasa Selatan.

Hal ini tampak dalam unggahan akun Facebook Frangky Lempoy di Grup Rakyat Minsel Bicara.

Akun tersebut mengakui gadis yang dipukuli adalah putrinya.

Dunia pendidikan minsel
Di coreng lagi olh siswi2 geng KOPAS
kali ini qt pe anak yg jadi korban pengeroyakan..
Ada info dorang pe geng lagi tu kejadian yg sama di tumpaan..(Emoticon menangis)

Dalam unggahan tersebut, Frangky menyertakan foto-foto hasil screeshoot video perkelahian tersebut.

Frangky dalam kolom komentar menyebut siswa yang mengeroyok anaknya merupakan siswa SMP di Buyungon, Amurang Minsel.

Katanya, anaknya kini harus dirawat di klinik Bala Keselamatan Amurang.

Tonton Videonya:

4. Para Terduga Pengeroyokan Diamankan Polisi

Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Arie Prakoso ketika dikonfirmasi tribunmanado.co.id mengatakan para terduga pelaku perkelahian sudah diamankan untuk proses lebih lanjut.

"Sejak viral, kami langsung menanganinya. Besok kami akan turun ke sekolah bersangkutan," kata Prakoso, Rabu (9/1/2019).

Dia mengatakan terkait pengroyokan ini tidak lepas peran aktif dari keluarga dan guru yang harus di tingkatkan lagi.

"Mulai dari moral, agama dan pendidikan sehingga tidak menjadi liar," pungkasnya.

Sementara itu beredar kabar korban pengroyokan sudah dibawa ke rumah sakit.

Keluarga korban tak menerima perlakuan terhadap anaknya dan akan menempuh proses hukum.

5. Diduga Terkait antar geng Siswa

Terkait video tersebut, Kadis Pendidikan dan Olahraga Minsel Fitber Raco angkat bicara.

Raco mengutarakan sudah melihat video kekerasan itu dari grup Facebook.

Ia menyebut aksi brutal siswa yang dikenal sebagai penerus cita-cita bangsa sudah di luar batas kewajaran.

"Saya langsung selidik video itu. Ternyata para siswi tersebut diduga terkait dengan geng-geng atau kelompok," kata dia kepada www.tribunmanado.co.id 

6. Sudah Beberapa Kali Terjadi

Kadispora Minsel, Fitber Raco mengatakan hasil penelusurannya, sudah beberapa kali perkelahian terjadi, namun baru kali ini diketahui publik lewat viralnya video tersebut.

Ia mengatakan Bupati Minsel sudah memerintahkan agar secepatnya menyelesaikan masalah itu.

"Dinas sudah panggil kepsek bersangkutan dan Kamis (10/1/2018) besok pertemuan dilakukan di Kantor Bupati Minsel. Saya sayangkan hal ini bisa terjadi," tambah dia.

7. Ada Kakak Beradik

Kadispora Minsel, Fitber Raco mengatakan siswi yang berseteru itu dari SMP di Buyungon, Kecamatan Amurang serta ada siswi dari SMK di Amurang.

"Saya dapat kabar di video itu ada kakak beradik juga," ucapnya.

8. Bupati Tetty Prihatin

Bupati Doktor Christiany Eugenia Paruntu prihatin dengan siswi yang ada di video tersebut.

Menurutnya tugas siswa bukan berkelahi tapi menimba ilmu demi masa depan.

"Saya sudah minta cek ke Dinas Pendidikan agar secepatnya menuntaskan masalah ini. Sekolah harus diklarifikasi juga dengan siswanya," kata dia.

9. Tanggapan Tokoh Masyarakat

 Aksi perkelahian sejumlah siswi di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mendapat mengundang keprihatinan tokoh masyarakat.

Perilaku kekerasan tersebut tidaklah pantas dilakukan pelajar yang adalah generasi penerus bangsa.

"Kami minta agar sekolah lebih mengawasi anak didiknya. Jangan sampai kasus ini terulang lagi dan dunia pendidikan di Kabupaten Minsel tercoreng," ujar Dolvie Mangindaan, tokoh masyarakat di Amurang.

Lanjutnya, orangtua juga jangan lepas tangan terhadap perkembangan karakter dan mental anak.

Peran orangtua sejak anak hadir di keluarga hingga sudah bersekolah harus mengawasi setiap kelakukan mereka.

"Sungguh miris memang, masuk tahun baru ini kita dihebohkan dengan perilaku kekerasan seperti itu. Semoga ini tidak terjadi lagi," ujar Mangindaan, Kamis (10/1/2019).

Alon Rumagit, tokoh masyarakat lainnya meminta agar aparat polisi memberikan efek jera kepada semua yang terlibat, apalagi masih di bawah umur.

Menurutnya harus ada perubahan ketika para pelaku dikembalikan ke keluarganya.

Penulis: Aldi
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved