Messi vs Cristiano
Lionel Messi Genius, Cristiano Ronaldo Superman
Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, menyampaikan pandangan soal perbedaan antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, menyampaikan pandangan soal perbedaan antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Baca: Untuk Hentikan Cristiano Ronaldo & Juventus, Tim Serie A Harus Datangkan Lionel Messi
Pertama-tama, Fabio Capello menanggapi soal peluang Lionel Messi meninggalkan FC Barcelona.
Hal ini menjadi hangat diperbincangkan setelah megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, memberikan tantangan kepada Messi untuk beraksi di Liga Italia.
Akan tetapi, Fabio Capello tak melihat adanya kans Messi pergi dari Barcelona.
Lionel Messi telah menjadi bagian dari Barcelona sejak 1 Juli 2000 sejak memutuskan pindah dari Newell's Old Boys U-19 ke tim muda Barcelona pada 1 Juli 2000.
Messi kemudian promosi ke Barcelona U-17 pada 1 Juli 2002.
Setelah itu, megabintang asal Argentina ini promosi ke Barcelona U-19 (1 Juli 2003), Barcelona C (1 Desember 2003), Barcelona B (1 Januari 2004), dan tim senior Barcelona (1 Juli 2005).
"Lionel Messi terlalu penting bagi Barcelona," kata Fabio Capello seperti dikutip BolaSport.com dari Sport360.
"Namun, apa pun bisa terjadi, seperti Neymar yang meninggalkan Barcelona karena Paris Saint-Germain membayar Neymar dengan uang sangat banyak."
Baca: Lionel Messi 51 vs 49 Cristiano Ronaldo, Tapi Pencetak Gol Terbanyak Tahun 2018 Bukan Mereka Berdua
"Hal terpenting adalah menjual pemain yang merasa tidak senang berada di klub tersebut."
"Hampir tidak mungkin untuk menahan pemain besar seperti Messi, Ronaldo, dan Neymar apabila mereka ingin pergi, terutama apabila karena mereka tak bermain di level yang seharusnya," ucap Capello menambahkan.
Pria yang mengantarkan AC Milan memenangi Liga Champions 1994 ini pun mengutarakan perbedaan antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
"Messi dan Ronaldo adalah pemain yang berbeda," ujar Fabio Capello.
"Messi genius dan Ronaldo sangat kuat seperti Superman."
"Untuk menentukan siapa yang lebih hebat, tergantung tahun berapa Anda bertanya karena pada satu musim, Messi lebih bagus dan tahun berikutnya, Ronaldo lebih bagus," tutur Capello lagi.
Dari 2008 hingga 2017, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi bergantian meraih trofi Ballon d'Or sebagai pertanda pemain terbaik di dunia.
Ronaldo memenanginya pada 2008, 2013, 2014, 2016, dan 2017.
Adapun Messi mengoleksi trofi Ballon d'Or pada 2009, 2010, 2011, 2012, dan 2015.
Luka Modric kemudian menghentikan dominasi Ronaldo dan Messi dengan merengkuh titel Ballon d'Or pada 2018.
Untuk Hentikan Cristiano Ronaldo & Juventus, Tim Serie A Harus Datangkan Lionel Messi
Bergabungnya Cristiano Ronaldo ke Juventus membuat Liga Italia menjadi kompetisi tak seimbang, Fabio Cannavaro pun berpendapat bahwa diperlukan Lionel Messi sebagai penawarnya.
Baca: Lionel Messi 51 vs 49 Cristiano Ronaldo, Tapi Pencetak Gol Terbanyak Tahun 2018 Bukan Mereka Berdua
Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi seringkali disebut sebagai perwujudan dari konsep dua sisi mata uang, yin dan yang, yaitu bertolak belakang tetapi tak terpisahkan.
Keduanya punya karakter berbeda, Ronaldo itu flamboyan sementara Messi lebih kalem. Messi merupakan produk bakat sedangkan Ronaldo adalah hasil kerja keras.
Meski demikian, tidak dipungkiri juga bahwa Ronaldo dan Messi sama-sama menjadi standar kemampuan tertinggi bagi para pesepak bola pada era modern ini.
Sehingga ketika keduanya dipisahkan dari wadah yang sama — tidak berlaku untuk turnamen antarnegara tentunya — ketidakseimbangan menjadi efek yang sulit terhindarkan.
Sebelum kedatangan Ronaldo, Liga Italia sebenarnya sudah terlihat berat sebelah saat melihat daftar peraih scudetto yang selalu diisi oleh Juventus dalam tujuh musim terakhir.
Baca: Lionel Messi Bikin Pertandingan Berjalan Berat Sebelah
Merapatnya CR7 ke Bianconeri pun membuat kesenjangan semakin lebar. Hingga paruh musim, Juve menjadi satu-satunya tim yang tak terkalahkan (17 menang, 2 imbang).
Efek Ronaldo pun terlihat karena punya kontribusi gol yang signifikan, yaitu terlibat dalam 50 persen gol yang diciptakan Juventus di Serie A musim ini (14 gol dan 5 assist).
Napoli yang dalam beberapa musim terakhir menjadi pesaing terdekat dalam perburuan gelar juara liga pun kesulitan untuk mengimbangi laju rivalnya itu.
Menelan tiga kekalahan (14 menang, 2 imbang), Il Partenope masih tertahan di posisi kedua dengan ketertinggalan sembilan angka dari Juventus di puncak klasemen.
Situasi ini mengundang perhatian mantan kapten timnas Italia, Fabio Cannavaro. Pemain kelahiran Naples itu berpendapat bahwa hanya Messi yang bisa membantu Napoli menghentikan Juventus.
"Saya pikir Napoli dan Inter Milan bisa bersaing dengan Juventus untuk gelar scudetto," kata Cannavaro dikutip BolaSport.com dari Calciomercato.
"[Tetapi] pada musim panas lalu, Bianconeri memahami momennya, mereka tahu kalau memerlukan suntikan energi baru dan mendatangkan Cristiano Ronaldo.
"Hanya Messi yang bisa membantu Napoli untuk menghentikan Juventus," sambung salah satu bek di dunia yang meraih gelar Ballon d'Or.
Baca: (VIDEO) Pique Bengong Lihat Messi Cetak Gol Ajaib di Sesi Latihan
Ajakan kepada Lionel Messi untuk berkiprah di Italia telah dilontarkan sendiri oleh Cristiano Ronaldo baru-baru ini. Namun, Messi mengaku betah dengan timnya sekarang.
"Saya tidak membutuhkan perubahan. Saya berada di tim terbaik dunia," jawab Messi dalam wawancara dengan media Spanyol, MARCA.
"Tantangan saya bersama Barcelona terus diperbarui dari tahun ke tahun. Saya tidak perlu mengubah tim atau liga untuk menentukan tujuan baru.
"Saya berada di rumah dan saya tidak memerlukan perubahan," ucap Messi menegaskan.
Lionel Messi dan Kekuatan Mentalnya yang Luar Biasa
Kehebatan Lionel Messi tak pernah berhenti membuat kagum pelatih Barcelona, Ernesto Valverde. Messi adalah sang jawara dan akan selalu menjadi juara, sebab Messi memiliki kekuatan mental untuk itu.
Setelah membantu Barca meraih gelar juara La Liga musim 2017/18 lalu, musim ini Messi memasang target lebih tinggi, yakni trofi Liga Champions. Kapten Barca ini berhasrat membawa trofi itu ke Camp Nou.
Baca: Lionel Messi 51 vs 49 Cristiano Ronaldo, Tapi Pencetak Gol Terbanyak Tahun 2018 Bukan Mereka Berdua
Messi sudah mengatakannya secara langsung ketika dikenalkan sebagai kapten anyar Barca di awal musim ini. Ketegasan Messi itu membuktikan bahwa dia ingin kembali meraih trofi.
Fokus Messi inilah yang membuat Valverde kagum.
Menurut Valverde, Messi adalah sosok yang sangat bertanggung jawab pada tim. Messi selalu siap memberikan semua kemampuannya untuk tim di setiap kompetisi.
"Satu hal yang sangat saya garis bawahi dari Leo Messi adalah rasa tanggung jawabnya yang begitu besar untuk tim. Hal itu terbukti di setiap pertandingan pada setiap kompetisi," ujar Valverde kepada Barca TV.
"Apa yang dia perbuat bukan hanya sulit, tetapi dia melakukan itu lagi dan lagi. Hal itu membutuhkan kekuatan mental yang begitu besar."
"Saya tak pernah mengenal siapa pun dengan semangat kompetitif yang begitu tinggi," sambungnya.
Pujian Valverde itu tampaknya tak berlebihan. Messi terbukti mampu menutup tahun 2018 dengan torehan lebih dari 50 gol. Dia selalu mencatat lebih dari 50 gol dalam beberapa tahun terakhir.
Tak hanya itu, saat ini pencetak gol Barca terbanyak sepanjang masa itu juga sudah mencatatkan 21 gol di semua kompetisi, 15 di antaranya dia cetak di La Liga.
Torehan itu membuktikan bahwa Messi belum ingin beristirahat meski sudah meginjak usia 31 tahun. Besar kemungkinan, Messi akan kembali mencatatkan prestasi yang luar biasa pada tahun kalender 2019 ini.
Tribunmanado.co.id menyajikan informasi siaran langsung, live streaming, video highlight hasil pertandingan sepakbola, MotoGp, Formula 1 dan berita seputar dunia olahraga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ronaldo-vs-messi_20181011_194119.jpg)