Ekonomi Jerman

Menkeu Jerman Sebut "Tahun-Tahun Gemuk" Ekonomi Telah Berakhir

Menteri Keuangan Olaf Scholz mengatakan "Tahun-tahun gemuk" ekonomi Jerman ditandai dengan penerimaan pajak yang terus meningkat, telah berakhir.

Menkeu Jerman  Sebut
REUTERS/MICHAELA REHLE
ILUSTRASI. Pusat perbelanjaan di Munich Jerman 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Menteri Keuangan Olaf Scholz mengatakan "Tahun-tahun gemuk" ekonomi Jerman ditandai dengan penerimaan pajak yang terus meningkat, telah berakhir. Perekonomian Jerman harus bersiap menghadapi masa-masa sulit beberapa tahun ke depan karena konstelasi politik dan ekonomi internasional.

"Masa-masa baik di mana negara terus menerima pemasukan lebih banyak dari pajak akan segera berakhir," kata Scholz kepada surat kabar Bild am Sonntag. Masa-masa sulit akan membatasi kapasitas pemerintah untuk memutuskan pemotongan pajak baru atau meningkatkan investasi publik.

Baca: Natal 2018 - Ragam Ucapan Selamat Hari Natal dalam 22 Bahasa di Dunia, Bahasa Jerman hingga India!

Sekalipun demikian, Jerman diperkirakan tetap akan mencatat surplus anggaran pada 2018, kata Scholz. Pada tahun 2017, Jerman tercatat membukukan surplus anggaran senilai 36,6 miliar euro. Untuk tahun anggaran 2019, Jerman kembali merencanakan anggaran berimbang tanpa utang baru.

Baca: Lakukan Hal Ini, Seorang Penumpang Buat Pramugari Jerman Kesal Saat Penerbangan Malam

Sejak tahun fiskal 2014, pemerintah Jerman berhasil membiayai anggaran belanja tanpa utang baru. Karena pertumbuhan ekonomi yang kuat dan angka pengangguran rendah, pengeluaran pemerintah selalu lebih sedikit dari penerimaan.

Olaf Scholz mengatakan, dia menentang penghapusan pajak khusus pembangunan Jerman Timur yang dinamakan "Pungutan Solidaritas", yang dulu dirancang untuk membiayai proyek-proyek pembangunan di wilayah bekas Jerman Timur. Banyak pihak sekarang mendesak agar pajak khusus itu dihapus, selambat-lambatnya tahun 2021.

Pertumbuhan ekonomi melambat

Prospek pertumbuhan ekonomi Jerman pada kuartal ketiga tahun 2018 kembali menunjukkan penurunan dibanding periode sebelumnya. Sebagai tanggapan, pemerintah memangkas perkiraan pertumbuhan untuk 2018 menjadi 1,5 sampai 1,6 persen. Tahun 2017, pertumbuhan ekonomi mencapai 2,2 persen.

Baca: Di Jerman, Anjing Tidak Boleh Lagi Jadi Hadiah Natal

Konflik perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Cina dianggap sebagai salah satu ancaman utama pertumbuhan ekonomi. Selain itu, perekonomian Eropa masih dibayangi oleh ketidakpastian tentang prosedur keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

Menteri Keuangan Olaf Scholz menyatakan akan tetap mempertahankan kebijakan anggaran ketat tanpa utang baru, sebagaimana dilakukan menteri keuangan sebelumnya Wolfgang Schäuble.

Kebijakan itu mengundang kritik dari negara-negara Uni Eropa lain yang mendesak Jerman agar meningkatkan investasi publik untuk menopang perekonomian Eropa dan global yang sedang melemah. Terutama pemerintah Amerika Serikat di bawah Donald Trump berulangkali mendesak Jerman untuk menurunkan surplus perdagangannya. (kontan)

Editor:
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved