Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dua Bulan Pelealu tak Dapat Pupuk

Sejumlah petani di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengeluhkan kelangkaan pupuk sejak 2 bulan terakhir

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
Istimewa
Pupuk 

Dua Bulan Pelealu tak Dapat Pupuk
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK  - Sejumlah petani di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengeluhkan kelangkaan pupuk sejak 2 bulan terakhir.

J Pelealu satu diantara petani di Dumoga berkata sejak akhir November 2018 sampai saat ini kami belum dapat membeli pupuk.

"Pupuk tersebut sangat mempengaruhi hasil produksi pertanian, sebab kalau tidak dipupuk sudah pasti hasilnya tidak maksimal," keluhnya Selasa (8/1).

Dikatakannya, petani meminta keadilan penyaluran bantuan pupuk bagi pemerintah.

“Sampai saat ini, masih banyak petani yang belum terakomodasi bantuan dari Dinas Pertanian,” katanya.

Ditambahkannya, banyak petani di Bolmong yang mengeluh tidak mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi.

"Ya, selaku petani tentu saya merasa Dinas Pertanian tidak adil karena yang lainnya dapat bantuan lalu kenapa yang lain tidak," ungkap seorang petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bolmong Reymon Ratu, mejelaskan, masyarakat yang mendapatkan bantuan bersubsidi hanyalah warga yang masuk dalam kelompok tani.

Dijelaskannya, kalau yang tidak tergabung dalam kelompok tani tentu tidak dapat bantuan, jadi kalau ada warga yang mengeluh tidak dapat pupuk bersubsidi berarti dia tidak masuk dalam kelompok tani tersebut.

"Untuk mendapat bantuan harus masuk kelompok tani tetapi memang tidak semua," jelasnya.

Datangi Gudang Penyimpanan

Robby Giroth satu di antara anggota DPRD Bolmong dan berprofesi sebagai petani di Bolmong juga mengeluhkan adanya kelangkaan pupuk. Ia meminta instansi terkait untuk memperhatikan masalah ini karena Kabupaten Bolmong adalah lumbung beras di Sulut.

"Bagaimana mendapatkan hasil produksi kalau pupuk tidak ada," ujarnya.

Giroth menyampaikan untuk tidak menahan pupuk yang ada.

"Saya datangi langsung tempat penampungan pupuk di Desa Siniyung dan melihat ada banyak pupuk belum disalurkan," tuturnya.

Ia meminta agar pupuk tersebut tidak ditahan karena akan berpengaruh bagi petani. “Kalaupun untuk membeli petani juga siap membayar karena memang dibutuhkan,” tandasnya.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved