Pria Mirip Bupati Mengamuk di Klub Malam: Begini Penyebabnya

Seorang bupati yang masih menjabat di Papua dikabarkan mengamuk di salah satu klub malam Klub Gravity Sky Lounge

Pria Mirip Bupati Mengamuk di Klub Malam: Begini Penyebabnya
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/ama/17.(Aprillio Akbar)
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MAKASSAR - Seorang bupati yang masih menjabat di Papua dikabarkan mengamuk di salah satu klub malam Klub Gravity Sky Lounge Swiss-Belhotel, Makassar, Sulawesi Selatan, pada malam minggu, Sabtu (5/1) malam.

Video menggambarkan seorang marah, diambil seorang pengunjung atau karyawan sky lounge Hotel Swiss Bell yang terletak di Jalan Pasar Ikan, viral di media sosial (medsos).

Dalam keterangan video yang viral di medsos, pria itu memaksa band pengiring sky lounge memainkan lagu yang diminta.

Namun, permintaan pria itu belum bisa dipenuhi hingga ia akhirnya naik ke panggung dan memukul pemain band, serta merusak sebagian alat musik. Aksi brutal pria yang mengaku bupati itu kemudian dilerai pengunjung lainnya, termasuk pihak keamanan hotel.

Setelah situasi mulai reda, pemain band dan sejumlah karyawan yang terkena pukulan oleh pria yang mengaku bupati itu ramai-ramai ke menuju markas Polsekta Ujung Pandang untuk melaporkan kejadian tersebut.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani yang dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (6/1), mengatakan belum dapat memastikan pelaku keributan di sky lounge Hotel Swiss Bell Makassar.

Namun dia membenarkan, polisi telah menerima laporan korban dan kasus tersebut sementara dalam proses penyelidikan.

“Sudah kami periksa sejumlah saksi dan korban terkait keributan itu. Dari keterangan sejumlah saksi, ada seseorang pengunjung live music di Gravity Swiss Bell yang tidak puas karena ada lagu yang dipesan tidak bisa dinyanyikan oleh penyanyi," katanya. 

"Pengunjung ini marah-marah dengan memukul penyanyi perempuan dan pemain keyboard. Setelah itu, pelaku melarikan diri. Penyanyi melaporkan kasus pemukulan terhadap dirinya ke Polsek Unjung Pandang. Polisi sedang menyelidiki kasus tersebut.” 

Dicky meminta semua pihak tetap tenang dan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Sebab, identitas pelaku belum diketahui dan masih diselidiki oleh aparat kepolisian. “Kita belum tahu status pengunjung yang ngamuk tadi malam di Swiss Bell. Kita tunggu hasil lidik polsek Ujung Pandang. Tolong semua pihak menjunjung asas praduga tak bersalah. Kalau sudah jelas siapa pelakunya, akan kita release,” katanya.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved