Breaking News:

Ibadah Perdana Tahun Baru 2019 di GMIM Eirene Kema 1, Bentuk Kreatif dengan Adat Minahasa

Ibadah Perdana Tahun Baru 2019 di GMIM Eirene Kema 1, Bentuk Kreatif dengan Adat Minahasa

Istimewa
Ibadah perdana tahun baru 2019, di jemaat GMIM Eirene Kema 1 berlangsung unik dan menarik dengan adat Minahasa 

Ibadah Perdana Tahun Baru 2019 di GMIM Eirene Kema 1, Bentuk Kreatif dengan Adat Minahasa

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ibadah perdana tahun baru 2019, di jemaat GMIM Eirene Kema 1 berlangsung unik dan menarik, lain dari pelaksanaan ibadah pada umumnya, Selasa (1/1/2019).

Ratusan jemaat dari kolom 1 sampai 17 bersuka cita dan dengan hikmat mengikuti ibadah dalam bentuk kreatif, dengan tema Adat Minahasa.

Ibadah yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Pdt Feby Sumampouw Sth MPdK, menampilkan pendukung dan pengisi acara berbusana serba adat Minahasa, seperti penerima tamu menggunakan pakaian Kabasaran berserta tongkat, khadim menggunakan topi adat Minahasa, sejumlah majelis jemaat dan para pemain pengiring nyanyian dalam tata ibadah serta para penyanyi kolintang menggenakan pakaian adat Minahasa.

Menariknya dalam ibadah yang menggunakan lagu-lagu adat Minahasa, pada saat persembahan ada tarian adat Minahasa yang dibawakan oleh dua pemuda pria dan wanita dengan konsep bersemangat dan bergotong royong dalam bekerja, sambil diiringi duet keluarga pendeta yang menyanyi lagu berjudul Ayamo.

Baca: Keluarga Roring-Lumanauw Gelar Ibadah Perayaan Natal di Rumah Dinas Bupati Minahasa

Baca: Pdt Hein Arina Pimpin Ibadah Sambut Natal Pemkab Minahasa Bersama Tokoh-tokoh Agama

Hingga puncaknya penampilan bocah pria wanita kelas 2 dan 3 SD GMIM 31, membawakan tarian Katrili.

Gerak badan, tangan dan pinggul yang gemulai membuat jemaat yang menyaksikan bersukacita. Sorot foto dan rekaman kamera handphone diarahkan kepada belasan penari Katrili yang sedang menari.

"Konsep atau bentuk ibadah kreatif dengan tema Adat Minahasa memang sengaja kami buat, karena melihat pengalaman ibadah perdana di tahun baru 2019, jemaat sering mengantuk beribadah dan tidak kerasan. Dengan konsep dan tema seperti ini terbukti jemaat kerasan mengikuti ibadah dari awal hingga akhir ibadah," kata Dewi Koloay, istri dari Ketua BPMJ GMIM Eirene Kema 1 Pdt Feby Sumampouw.

Ibu Dewi sebagai pengagagas ibadah kreatif dengan tema Adat Minahasa menambahkan, pendukung ibadah seperti pemain musik kolintang, penyanyi, penari hingga penerima tamu dipersiapkan lewat latihan oleh pelatih kolintang Andre Ratuharyhary.

Adapun lagu adat Minasaha yang dipergunakan dalam ibadah kreatif awal tahun 2019, adalah Opo Wananatase, Waya a Wunga, Satoro Empung (Gubahan Satoro Mama), Ayamo, O Minahasa dan Esa Mokan.

"Lagu-lagu dalam tata cara ibadah bentuk kreatif adat Minahasa, dibuat berdasarkan dan mengacu pada webside adat Minahasa Tonasea," kata Ketua BPMJ Pdt Feby Sumampouw.

Ke depan pada ibadah-ibadah dalam rangka hari-hari besar gereja akan digelar bentuk kreatif lainnya.

Pada April 2019, BPMJ, jemaat dan komisi BIPRA jemaat akan mempersiapkan ibadah bentuk kreatif adat Nusa Utara. (christianwayongkere)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved