Catatan Akhir Tahun YLBHI-LBH Bali: Kasus Pinjaman Online Melonjak hingga Pengaduan Cuti Haid 

YLBH Bali launching Catatan Akhir Tahun (Catahu) YLBHI LBH Bali 2018: Pariwisata Massal di Titik Nadir

TRIBUNMANADO.CO.ID - YLBH Bali launching Catatan Akhir Tahun (Catahu) YLBHI LBH Bali 2018: Pariwisata Massal di Titik Nadir di Kantor YLBHI LBH Bali, Jalan Plawa Nomor 57, Denpasar, Sabtu, (29/12/2018).

Dalam acara ini, menghadirkan penyaji Direktur YLBHI LBH Bali, Ni Kadek Vany Primaliraning, S.H.

Sementara penanggap adalah Jurnalis Independen, Anton Muhajir dan Akademisi dengan buku terbarunya berjudul Ironi Upah Minimum dalam Industri Pariwisata, Dr. I Wayan Gde Wiryawan, S.H., M.H.

YLBHI Bali memberikan pelayanan bantuan hukum kepada 136 penerima bantuan hukum dan 5.477 penerima manfaat.

Disebutkan bahwa isu yang mendominasi pengaduan yaitu perdata, sedangkan pidana masih tergolong rendah.

"Perdata itu kasus-kasus seperti tanah, cerai, termasuk perburuhan. Di sana itu yang paling tinggi," jelas Vany, Direktur YLBHI LBH Bali.

"Kemudian baru kasus-kasus pidana. Misalnya, penggelapan, anak, dan di akhir tahun ini tiba-tiba melonjak kasus pinjaman online."

Denpasar menempati urutan pertama asal penerima bantuan hukum sebesar 59 persen.

Kemudian disusul Badung sebesar 25 persen, Gianyar sebesar 9 persen, Tabanan sebesar 4 persen dan daerah lain mengikuti.

Pengaduan berdasarkan berdasarkan jenis kelamin masih didominasi kaum perempuan.

Halaman
12
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved