Berita di Manado

6 Terpopuler di Manado pada 2018: Lamar Jenazah Kekasih, Rully Kusu-kusu hingga Prostitusi Online

6 Terpopuler di Manado pada 2018: Lamar Jenazah Kekasih, Rully Kusu-kusu hingga Prostitusi Online

6 Terpopuler di Manado pada 2018: Lamar Jenazah Kekasih, Rully Kusu-kusu hingga Prostitusi Online
KOLASE TRIBUNMANADO
6 Terpopuler di Manado pada 2018: Lamar Jenazah Kekasih, Rully Kusu-kusu hingga Prostitusi Online 

Tujuh perempuan dan dua lelaki diamankan Tim Cyber Crime dan Perbankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

Adalah S (20), D (25), L (17), A (20) P (20), C (19), dan seorang ‘papi’ berinisial F (30).

Modus prostitusi melalui media sosial atau online ternyata sudah banyak dilirik para penggunanya di Manado.

Dahulu para pekerja seks komersil (PSK) melakukan cara konvensional yakni mangkal di emperan atau di jalan, kini hanya bermodal intenet dan gadget bisa menarik pelanggan untuk menawarkan jasanya.

‘Pemainnya’ melibatkan gadis usia sekolah dan kuliahan.

Jika kota lain ‘bisnis’ prostitusi online lewat medis sosial yakni Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, WeChat, untuk Kota Manadocenderung gunakan aplikasi BeeTalk.

Mereka memanfaatkan kelebihan aplikasi BeeTalk yang biasa digunakan sebagai medsos pencari teman di dunia maya (internet).

Chat sesama teman pada aplikasi ini akan terhapus beberapa detik sesuai ngobrol.

Transaksi online ini layaknya prostitusi konvensional. Ada tawar menawar harga. Namun, berdasarkan penelusuran tribunmanado.co.id, umumnya tarif sekali main mulai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah untuk short time.

Lagi tren di Manado, aplikasi ngobrol rahasia ala BeeTalk yang dirilis tahun 2014 ini.

Hanya lewat chatting online, transaksi bisa berjalan lancar dan menurut beberapa pengguna lebih aman dan nyaman.

Di Manado sudah banyak pengguna aplikasi ini. Tapi tak semua perempuan bisa diajak kencan sesaat. Ada banyak juga yang memanfaatkan kelebihan BeeTalk untuk pergaulan sosial seperti mencari teman.

Tribunmanado.co.id, baru saja men-download aplikasi Bee Talk. Tiba-tiba muncul pemberitahuan seorang perempuan muda menggunakan nama Mawar meminta pertemanan. Setelah disetujui, percakapan melalui chating pun berlangsung.

Si perempuan tidak mau berlama-lama dalam percakapan. Setiap lima detik, chat otomatis terhapus. Artinya hanya lima detik balasan chat dari lawan bicara hilang. Untuk mengetahui dia perempuan bisa di-booking, ada kode khusus.

Bila tarif sudah disepakati, selanjut menentukan waktu dan tempat.

Si lawan chat menulis nama hotel, tapi belum memberitahukan kamar nomor berapa. Setelah mendatangi hotel yang disebut. Begitu diberitahukan sudah di sekitar hotel, si cewek menghubungi melalui layanan telepon pada aplikasi.

Bahkan, ia memberikan nomor teleponnya yang bisa dihubungi. Bila kelamaan menelepon, ia akan menghubungi dan menyusuh pergi ke lantai berapa serta masuk ke kamar hotel nomor berapa.

Layaknya tamu hotel lainnya, Anda bisa masuk dan menuju lantan serta kamar hotel dimaksud.

Begitu diketuk, pintu kamar hotel terbuka. Dari balik pintu terlihat sosok wanita berambut panjang dengan senyuman menyambut. Ia mempersilakan masuk. Begitulah cerita singkat praktik prostitusi online di Manado.

Informasi yang diperoleh, para pelaku prostitusi online tak sembarang memilih aplikasi chatting. Mereka memilih aplikasi yang tidak meninggalkan jejak.

Dalam aplikasi ini, penerima pesan hanya bisa melihat kiriman dalam 10 detik secara otomatis pesan elektronik akan terhapus.

Apapun yang dibicarakan tak akan meninghalkan bekas. Jika di capture tak semua percakapan bisa tertangkap layar. Ini menjadi alasan aplikasi Bee Talk dipakai mereka.

Kemudahan lainnya, aplikasi ini juga bisa memberitahukan keberadaan teman terdekat melalui global positioning system atau GPS. 

Pengakuan PSK

Jingga  (bukan nama asli), wanita asal Kecamatan Malalayang berusia 26 tahun ini satu di antara PSK yang aktif menggunakan Bee Talk.

Memang baru setengah tahun ia berkomunikasi dengan pengguna jasa PSK melalui aplikasi chating yang dirilis 2014 ini. Namun ia tampak terbiasa dan mudah mendapatkan pelanggan.

"Saya mengetahui caranya menggunakan Bee Talk dari teman-teman," ujar Jingga.

Selasa (20/2/2018) pukul 12.00 wita misalnya. Jingga (bukan nama asli) terlebih dahulu menambahkan teman Bee Talk yang ia temukan pada pilihan sekitar di Bee Talk.

Jingga kemudian diajak chating. Dan tidak perlu lama-lama, hanya dengan menyebut saja kode ST atau short time maka percakapan akan langsung pada intinya yaitu untuk bermain, sebutan yang biasa diucapkan PSK untuk berhubungan intim.

Harga awal yang dipasang PSK yaitu Rp 800 ribu. Bisa kurang hingga Rp 500 ribu.

"Kenapa hanya Rp 500 ribu, karena pernah saya pasang tarif Rp 1 juta, akibatnya sepi tamu," ujar Jingga kepada Tribun Manado.

Setelah sepakat dengan tarif, Jingga kemudian meminta pelanggan datang ke hotel tempat dia menginap yakni di Satu Hotel Bintang 0 di Kecamatan Malalayang, Lantai Tiga kamar 3XX.

Petugas Hotel sudah bekerjasama dengan Jingga. Petugas Hotel akan bertanya dari mana. Jawab saja sudah janjian. Setelah itu aman.

Jingga telah menyediakan kondom atau pengaman. Ia akan meminta pelanggannya untuk menggunakan kondom sebelum bermain.

Selain Jingga, ada satu lagi wanita yang bekerja sebagai PSK di hotel tersebut.

Hampir setiap hari Jingga mendapat bermain dengan tiga orang.

"Rp 500 ribu setiap tamu. Jadi ada Rp 1.5 juta per hari. Kalau pun sepi hanya mendapat dua tamu Rp 1 juta. Tidak pernah sampai hanya satu tamu," ujar Jingga.

Untuk bermain, lanjut Jingga rata-rata tidak sampai setengah jam sudah selesai.

Layaknya pekerja swasta, Jingga punya satu hari dimana ia tidak melayani tamu.

"Hari Minggu saya tidak melayani tamu. Saya luangkan waktu untuk jalan-jalan dengan teman-teman, ataupun bersama dua orang anak saya," ujar Mawar.

Jingga selalu memperhatikan kesehatannya. Ia selalu minum susu untuk kondisi.

"Kalau sakit (di kemaluan) tidak. Namun sering merasa lelah. Saya selalu minum susu," ujar Mawar.

Pelanggan yang ia layani tidak hanya orang Manado saja. Ada juga yang menjadi tamunya berasal dari luar Manado seperti Ternate.

"Selain Ternate ada juga beberapa orang dari luar yang sudah bekerja di Manado," ujar Jingga

Uang hasil main, Jingga gunakan untuk kehidupan dua anaknya baik untuk makan dan sekolah.

"Saya sudah pernah menikah tapi berpisah dengan suami. Saya memiliki dua orang anak," ujar Jingga

Untuk tinggal, Jingga menumpang di rumah milik tantenya di Kecamatan Malalayang.

"Dua anak saya tinggal disana bersama tante saat saya bekerja. Kedua orangtua saya sudah meninggal. Keluarga saya yang lain tidak ada yang tahu pekerjaan saya. Yang mereka tahu saya bekerja di Man (satu pusat perbelanjaan di Manado). Setiap hari jam 7 malam saya pulang ke rumah," ujar Jingga

Kisah Jingga menjadi seorang PSK juga ada suka dan duka. Jingga mengatakan pernah satu waktu, ada tamu seorang lelaki yang mengaku dokter muda.

"Ia datang hanya memberikan saya uang Rp 500 ribu. Dia tidak mau main. Bahkan dia mengajak untuk menikah. Saya menolak, karena saya merasa saya tidak pantas dengan dia. Saya tidak jujur dengan dia. Dia tidak tahu kalau saya sudah punya dua anak," ujar Jingga

Selain itu, lanjut Jingga dia takut nantinya dalam beberapa bulan atau dalam beberapa tahun sikap lelaki yang mengaku dokter muda tersebut akan berubah hanya karena pekerjaannya PSK.

Selama setengah tahun bekerja sebagai PSK, Jingga juga pernah diperlakukan kasar oleh tamu.

"Saat itu saya dan tamu sedang bermain. Namun lama kelamaan tamu itu kasar. Dia sudah pukul saya. Lalu kata dia saya tidak tau main lah, tidak enak lah, dan sebagainya. Saya juga emosi dan meminta dia untuk keluar kamar. Dia sempat mengambil lagi uang Rp 50 ribu lalu keluar kamar," ujar Jingga

Jingga mengaku punya niat untuk berhenti bekerja sebagai PSK.

"Jika ada perhatian dari pemerintah saya akan berubah dan mencari pekerjaan lain. Kalau bantuan hanya Rp 2.5 juta itu tidak cukup untuk saya usaha. Kalau Rp 5 juta itu saya rasa cukup untuk saya membuka usaha," ujar Mawar. 

BACA SELENGKAPNYATerbongkar! Prostitusi Online di Manado, Tawarkan 7 Cewek via Aplikasi BeeTalk, Ini Tarifnya

3. Heboh Autopsi Jenazah  Jecky Payow tanpa Izin Keluarga

Kekacauan di Ruang Jenazah Rs Kandou Malalayang

Beredar video sebuah keributan di kamar Jenazah RSUP Kandou karena diduga keluarga korban pembunuhan keberatan atas autopsi yang dilakukan pada pada Minggu (22/4/2018) pagi

Video siaran langsung dari akun Facebook Gerry Marchell Maramis Rey yang berdurasi 9 menit 40 detik tersebut memperlihatkan kekacauan yang terjadi salah satu rumah sakit terbesar di Sulawesi Utara.

Menurut captionnya kekacauan itu terjadi di Ruang Jenazah di Rumah Sakit Umum Pusat Prof dr RD Kandou, Malayang, Manado.

Dalam video tersebut memperlihatkan jenazah yang tergeletak di atas bangsal dan dikerubuni oleh pihak kerabat dna keluarga.

Kekacuan terjadi saat kerabat melihat bagian tubuh jenazah terdapat luka jahitan dari bagian perut hingga bagian atas dada.

Karena kerbat dan keluarga tak terima mereka mengamuk di ruang jenazah rumah sakit tersebut.

Dalam video tersebut pun terdengar suara gaduh dan tangisan histeris dari keluarga jenazah.

Bahkan salah satu dari mereka berteriak-teriak meminta untuk mengembalikan organ dalam jenazah.

Kekacauan yang diduga dilakukan oleh pihak korban yang tidak terima atas cara otopsi yang dilakukan pada jenazah.

Menurut jawaban dari pertanyan beberapa warganet di kolom komentar unggahan tersebut jenazah merupakan korban penikaman dan kemudian diotopsi.

Video yang disiarkan langsung, Minggu (22/04/2018) dini hari sekitar pukul 04.00 Wita dengan durasi 9 menit 40 detik sudah 4 ribu kali dibagikan dengan 79 ribu kali tayang dan 695 komentar warganet.

Richard Oroh: Qpa dia ger?

Gerry Marchell Maramis: Rey Orng tikang

Gerry Marchell Maramis Rey: Katanya otopsi, luka tikang di dada, smpe kepala dorang bela no

"Kacau kamar jenasa, kasiang ehh E'boy Geraldy Payow kpa nn p badan so b gini

#RS Kandow malalayang" 

BACA ARTIKEL SELENGKAPNYA DI SINI >>>

4. Drama Hoaks Rully, Driver Online yang Mengaku Diculik di Kusu-kusu Ternyata Melarikan Diri

Rully Harun
Rully Harun (KOLASE TRIBUNMANADO)

Kasus Rully Harun, driver online yang mengaku hilang diculik di Jalan Soekarno, Minahasa Utara termasuk salah satu peristiwa yang menghebokan warga Kota Manado dan Sekitarnya pada  Minggu (6/5/2018) pukul 04.55 Wita.

Ratusan warga dan driver pun harus mencarinya hingga subuh setelah diperkuat pengakuan rekannya yang mendapat pesan singkat Rully yang sempat meminta tolong melalui Whats App Grup Driver Online,

"Waktu itu melalui rekaman suara. Dia (Rully) mengatakan Tolong Dang Kita Ada Orang Dusu," ujar seorang driver online yang enggan namanya dikorankan.

Peristiwa makin gempar saat seorang wanita kesurupan mengaku mendapat penglihatan.

Sayangnya, peristiwa tersebut hanya upaya kebohongan yang dilakukan Rully untuk menghindar dari tunggakan tagihan sepeda motornya.

Beberapa hari kemudian, Rully ditemukan di Gorontalo setelah melakukan pengakuan lewat live Facebook.

Peristiwa ini menghebohkan warga Sulut hingga beredar banyak meme kasus ini. Bahkan adsa grup musik lokal yang menciptakan lagu berdasarkan kejadian ini.

BACA ARTIKEL SELENGKAPNYA DI SINI >>>

5. Kepindahan Tiba-tiba  Vicky Lumentut dari Partai Demokrat ke Partai Nasdem

Penjelasan Vicky Lumentut soal Kepindahannya ke Partai Nasdem hingga Kasus Dana Hibah Banjir

Mantan Ketua DPD Partai Demokrat Sulut GS Vicky Lumentut (GSVL) sudah tiba di Manado pada Kamis (04/10/2018) malam.

Selama sepekan, pendukungnya menanti kehadiran wali Kota Manado ini pasca kabar kepindahannya ke Partai Nasdem.

Para simpatisan dan warga Sulut penasaran atas hengkangnya Vicky Lumentut ke Partai Besutan Surya Paloh tersebut secara tiba-tiba.

Tribunmanado.co.id akhirnya berhasil mewawancarainya, Kamis (04/10/2018) malam, tak lama setelah ia tiba di Manado dan disambut ribuan kader dan simpatisan Partai Nasdem. 

Wali Kota Manado ini mengatakan kepindahannya ke Nasdem sejak pada 27 September lalu atas kesadaran sendiri tanpa ada paksaan.

Alasannya pindah karena Presiden Joko Widodo. 

"Kenapa saya tinggalkan Demokrat. Bulan lalu saya sempat publikasi ke publik bahwa saya akan mendukung Jokowi pada periode 2019 - 2024. Ternyata tak sejalan dengan keputusan DPP Demokrat," ujarnya Kamis malam. 

DPP Demokrat mengawal Prabowo - Sandiaga.

Vicky mengaku tak nyaman karena tak sesuai nuraninya.

Ia berpikir komunikasi antara dia dan teman-teman di pusat akan rusak.

Untuk menghindari konflik, ia memutuskan pindah. 

Vicky mengatakan Jokowi adalah sosok yang begitu peduli dengan masyarakat.

Jokowi sosok yang peduli dengan masyarakat.

Dia benar-benar presiden yang berpihak pada masyarakat. 

Alasan kenapa memilih Nasdem agar tetap pada Jokowi, karen Nasdem adalah partai nasionalis, idealis, anti korupsi dan tak ada mahar.

Vicky mengaku tertarik. 

"Kalau ada yang mengaitkan dengan persoalan lain, itu salah. Saya dipanggil sebagai saksi di Kejagung," ujarnya

BACA ARTIKEL SELENGKAPNYA DI SINI >>>

6. Penolakan Kedatangan Habib Bahar dan Habib Hanif Al-athos di Manado

Habib Bahar bin Ali bin Smith (kiri) berbincang dengan pejabat Pemprov Sulut dan aparat keamanan di Bandara Samrat, Senin (15/10/2018).
Habib Bahar bin Ali bin Smith (kiri) berbincang dengan pejabat Pemprov Sulut dan aparat keamanan di Bandara Samrat, Senin (15/10/2018). ()

Ribuan aktivis gabungan ormas  menolak kedatangan Habib  Muhammad Bahar bin Ali bin Smithdan Habib Muhammad Bin Abdurrahman Al-Athos ke Manado, Senin (16/10/2018).

Dua habib itu datang dalam rangka haul ke-7 Habib Ali bin Abdurrahman bin Smith, tabligh akbar, dan doa untuk bangsa Indonesia, khususnya korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Acara digelar di halaman Masjid Alwi bin Smith, Kelurahan Karame, Kota Manado, Selasa (16/10/2018) malam.

Dua ustaz itu tiba di Bandara Samratulangi pada Senin petang. Namun, massa ormas ada sudah menunggu di bandara sejak pukul 14.00 Wita

Steven Tumbuan, koordinator aksi menyatakan, dua habib itu ditolak karena merupakan sosok yang intoleran.

"Mereka tokoh-tokoh anti-NKRI," kata dia.

Dikatakan Steven, ada sembilan ormas yang bergabung dalam aksi.

Sebut dia, pihaknya dalam aksi mengedepankan kedamaian.

"Kami ingin sampaikan maksud kami dengan baik baik," kata dia.

Namun, otoritas bandara mengusir mereka.

"Mereka mengusir kami dengan kasar sekali, kami lantas walk out," kata dia.

Steven menyesalkan pengusiran itu.

Menurutnya, mereka tidak bermaksud anarkis.

Steven menggarisbawahi bahwa aksi yang mereka lakukan itu bukan untuk melarang tabligh akbar.

"Kalau tablighnya kami dukung, kami hanya tolak kehadiran dua ustad itu," kata dia. 

Tarian kabasaran mengiringi massa ormas adat Minahasa yang mengadang tokoh 212 memasuki bandara Samratulangi Manado.

Saat malam tiba, massa pendukung kedua habib pun mendatangi bandara untuk menjemput keduanya. Namun, polisi dan TNI berhasil mengamankan situasi hingga pendukung kedua habib pun bubar. 

Penolakan oleh ormas adat tetap berlangsung Selasa subuh. Mereka bahkan menuju Kelurahan Karame, lokasi kedua habib menghadiri acara.

Kendati sempat memanas, tak ada korban jiwa dalam peritiwa ini. Polisi dan TNI bisa mengamankan jalannya aksi massa pendukung dan ormas adat.

BACA ARTIKEL SELENGKAPNYA DI SINI >>>

TONTON JUGA:

Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved