Melky Langsung Beli Cap Tikus 1978

Cap Tikus‎ 1978 ini pun dijual di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, dan langsung diburu oleh masyarakat Sulut untuk di konsumsi di rumah.

Melky Langsung Beli Cap Tikus 1978
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Masyarakat Sulut langsung berburu membeli Miras Tradisional asal Minahasa Cap Tikus resmi dipasarkan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Cap Tikus minuman keras (miras) tradisional asal Minahasa Sulawesi Utara (Sulut), kini secara resmi dipasarkan.

Dikemas dalam botol ukuran 320 mililiter, Cap Tikus‎ 1978 dibandrol dengan harga Rp 80 ribu per botol.

Cap Tikus‎ 1978 ini pun dijual di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, dan langsung diburu oleh masyarakat Sulut untuk di konsumsi di rumah.

Masyarakat Sulut langsung berburu membeli Miras Tradisional asal Minahasa Cap Tikus resmi dipasarkan
Masyarakat Sulut langsung berburu membeli Miras Tradisional asal Minahasa Cap Tikus resmi dipasarkan (Tribunmanado)

Satu diantaranya tokoh pemuda Melky Pangemanan yang juga ketua DPW PSI Sulut.

Ia membeli tiga botol dan langsung memposting di media sosial mengenai keberadaan Cap Tikus 1978.

"Jangan kebanyakan minum dan sampai mabuk. Sedekar memanaskan tubuh bisa, karena kebiasaan dan bahkan sudah tradisi masyarakat Minahasa diberbagai acara baik suka maupun duka miras tradisional Cap Tikus tidak pernah hilang," kata Melky Sabtu (29/12/2018).

Baca: Fakta Lengkap Soal Gempa Filipina - dari Durasi Gempa, Peringatan Tsunami, hingga Imbauan BMKG

Dijelaskannya, ‎substansi miras Cap Tikus bukan untuk mengajarkan orang jadi pemabuk tapi lebih pada "menghargai" tamu/undangan yang hadir, kalau pun memang tidak ingin minum juga tidak apa-apa.

Menurut Melky Cap Tikus 1978, minuman legendaris orang Minahasa akhirnya benar-benar sah dan bisa dijual resmi.

Cap Tikus tidak lagi dianggap "barang haram" untuk dijadikan oleh-oleh ke saudara-saudara diluar daerah.

"Sudah bisa dibawa dengan menumpang pesawat terbang," tambahnya.

Cap Tikus sangat menunjang perekonomian masyarakat Sulawesi Utara.

Baca: Polsek Urban Kotamobagu Gelar Rakor Kemitraan Polmas

Banyak petani Cap Tikus menggantungkan hidupnya dari bertani dan menjual minuman khas Minahasa ini.

Bahkan tidak jarang anak-anak dari petani Cap Tikus sukses menjadi orang berhasil, ada yang jadi polisi, dokter, dosen dan guru serta berbagai profesi lainnya.

Meskipun tidak jarang pula akibat dari berlebihan mengkonsumsi Cap Tikus bisa memicu persoalan di keluarga dan masyarakat.

Baca: Gempa Filipina - BMKG Imbau Masyarakat Sangihe dan Talaud Tetap Tenang

"Banyak temuan dari pihak berwajib, kasus kriminal yang terjadi, dominan berawal dari berlebihannya orang mengkonsumsi alkohol/Cap Tikus sehingga mabuk dan akhirnya bertindak kriminal," tandasnya. (crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved