Kawanua Katolik Jakarta Adakan Perayaan Natal Bersama Anak-anak Panti Asuhan Sayap Kasih Woloan

Kawanua Katolik Jakarta Bersama Anak-anak Panti Asuhan Sayap Kasih Woloan mengadakan Perayaan Natal, Sabtu (29/12/2018).

Kawanua Katolik Jakarta Adakan Perayaan Natal Bersama Anak-anak Panti Asuhan Sayap Kasih Woloan
TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS
Kawanua Katolik Jakarta Bersama Anak-anak Panti Asuhan Sayap Kasih Woloan mengadakan Perayaan Natal, Sabtu (29/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Kawanua Katolik Jakarta Bersama Anak-anak Panti Asuhan Sayap Kasih Woloan mengadakan Perayaan Natal, Sabtu (29/12/2018).

Kegiatan dimulai dengan misa yang dipimpin Pastor John Tinggogoy MSC dan Pastor Berti Tijow MSC

Pastor Berti dalam renungan mengatakan sejak dulu para nabi bernubuat akan muncul seorang pemimpin.

Baca: Fakta Lengkap Soal Gempa Filipina - dari Durasi Gempa, Peringatan Tsunami, hingga Imbauan BMKG

Menurut Lukas, pemimpin itu akan lahir di Betlehem.

Baca: Dapat Hadiah Motor dari Club Air Mineral, Security RS Teling Ini Mengaku Senang

"Betlehem itu artinya rumah roti. Kenapa Tuhan memilih Betlehem? Apa makna kelahiran," katanya.

Ia mengatakan pada misa Natal, dalam bacaan Injil Maria membaringkan Yesus di Palungan. Yang dimaksud sebenarnya ialah "tempat makan".

"Misteri Allah luar biasa. Allah mengunjungi manusia dalam kondisi manusia," katanya.

Baca: Kejar Sopir di Terminal Karombasan dengan Sajam, Kristian Ditangkap Polisi

Natal kata dia menjadi bentuk solidaritas Allah kepada manusia. Karena tanpa makan itu manusia akan mati.

"Yesus menjadi "makanan". Nantinya ia akan menyerukan dirinya sendiri Aku roti hidup dan kemudian mengatakan inilah Tubuh-Ku dan Darah-ku," katanya.

Dari peristiwa ekaristi itu kata di manusia mengerti solidaritas Allah. Semua itu dimulai dari peristiwa kelahiran di "tempat makan" itu.

Ia mengatakan ada paradoks Natal. Saat Allah menjadi manusia menurut Paulus dalam surat kedua kepada umat di Filipi, manusia ingin seperti Allah.

Baca: Gempa Kekuatan 7,1 SR di Filipina, Selfin Mengaku Kaget dan Langsung Keluar Rumah

"Maka semua harus diterangi solidaritas Allah. Sinisir misalnya dipilih karena mereka jauh juga di sini bagi mereka yang berkebutuhan khusus," katanya.

Baca: Angkot Hangus Terbakar, Kapolresta Manado Imbau Jangan Modifikasi Berlebihan

Misteri ini hanya bisa dipahami oleh mata yang bisa melihat seperti Simeon. Ia berharap semua minta mata yang bisa melihat kedalaman solidaritas.

"Moga kegiatan bukan sekali ini saja. Dengan mata seperti Simeon kita melakukan solidaritas sepanjang hidup kita dan di mana saja seperti untuk korban tsunami Selat Sunda " katanya

Penulis: David_Manewus
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved